Can I talk about depression?

About Jonghyun

Iya, tulisan ini dibuat karena peristiwa meningganya Kim Jonghyun, Shinee’s lead vocal, yang sangat sangatlah membuat hati sedih. Saya suka Shinee (ok, it’s not Shinee but SHINee) because of Hello Baby -lemah sama anak kecil, di tahun 2010 (dua tahun setelah debut SHINee). I fell for them karena.. mereka ngurus anak, saya yang punya ponakan enam jadi agak semangat maen sama ponakan (kadang susah hidup jadi tante). Sejak saat itu, saya jadi ngikutin SHINee terus.

Peristiwa kemaren rasanya aneh. Karena, Jonghyun yang saya tau dari internet adalah the least person yang bakalan depresi sampe suicide. Di antara member SHINee, saya kira Onew yang bakalan stress banget. Khawatir saya ke Onew. Bias saya siapa? Key. Lah. Terus kenapa sedih Jonghyun pergi? Bunuh diri lagi! Ngapain sih sedih, Dei, ikutan sedih sama orang yang kaya gitu? Jawabannya: terserah saya. HAHAHA. Sebel ga? Sebenernya bukan karena Jonghyunnya, siapapun itu, kalo dia orang baik, terus meninggal (karena apapun itu), ya saya sedih aja.

image

Music Bank 2013: Try to make a heart sign with my left hand and right hand when Jonghyun’s face appear on the screen, tapi lupa yha kan yang kanan megang kamera, De. Eventho Kibum is my bias but who can resist Jonghyun’s voice.

Coba kita list kenapa Jonghyun baik menurut saya:

  • Jonghyun senyumnya menenangkan hati ketika dia bikin orang happy
  • Jonghyun hobi bikin saya ketawa dengan nyeritain hal-hal tentang SHINee
  • Jonghyun adalah PD Weekly Idol setiap kali SHINee ke Weekly Idol
  • Jonghyun’s game is so populer on Aneun Hyungnim, and it always makes me smile.
  • Jonghyun adalah pekerja keras, dia hobinya nyanyi mulu
  • Jonghyun banyak kolaborasinya sama artist lain
  • Jonghyun is very supportive
  • Jonghyun loves his mom
  • Dah segitu aja dulu

You can say “Ya semua orang juga emang gitu.” Then, I will be happy karena banyak orang baik di dunia ini ternyata 🙂 Saya nonton SHINee cuma pas Music Bank 2013, bela-belain baru pulang dari Singapore kemarennya, eh paginya udah langsung ke Jakarta lagi. To be honest karena ada 2PMnya sih, tapi siapa sih ya yang ga sing along sama lagu-lagu catchynya SHINee. Selain itu, I can relate to him, really. Idup tu emang susah. Berat. Apalagi kalau kamu punya standar hidup sendiri. Jonghyun punya standar akan hidupnya dan dia ngerasa dia ga bisa nyampe ke standar itu, sayapun punya standar akan hidup saya dan kadang bingung gimana mencapainya, lelah, tapi saya masih bertahan.

Let’s talk about depression. 

Kalo kata KBBI, depresi itu adalah gangguan jiwa pada seseorang yang ditandai dengan perasaan yang merosot (seperti muram, sedih, perasaan tertekan). Bukan artis aja yang ngerasain itu, kamu, bahkan saya sendiri pasti pernah merasakan hal itu. Dan kayanya, itu fase yang bakalan datang lagi in order to grow up, be the better you. Mari kita bicara sedikit tentang saya. Entah kenapa mudah bagi saya untuk mengeluarkan air mata kalau ingat tentang Bapak dan Ibu saya. Pernah ada pikiran buat bunuh diri, De? Ya engga sih. Cuma kadang kalo lagi sendiriii banget saya suka bingung ini hm gimana ya ini. Ga deket sama Tuhan sih, De. Iya, bisa jadi kayanya gara-gara itu. Bisa jadi juga gara-gara hal lain. Gila ye, kadang saya ga kenal diri saya gini jadinya.

image

Saya pernah berdoa untuk dikasih tidur panjang karena besok gatau buat siapa, kadang ada orang stress terlalu banyak tekanan, nah ini saya lagi rindu berat sama tekanan dari orang tua. Hmmm aneh ya.

Kejadian kemarin bikin saya sedih. Bunuh diri, bagi saya, bukan jalan keluar. Tapi melihat ada orang depresi sampai bunuh diri, saya sedih, jelas. Memiliki perasaan/pikiran untuk bunuh diri adalah fase hidup. Mengakui bahwa diri sedang sedih atau sedang senang adalah skill yang cukup sulit bagi saya karena lupa diri saat sedih maupun senang tuh enak banget. Tapi ya namanya hidup, apa-apa yang berlebihan selalu ga baik. Kaya kalo lagi seneng yuhuuu pengen karaoke, pengen buang duit, beli ini itu di ecommerce ga pake mikir ya gitu sih. Begitu juga kalau lagi sedih, ga pengen ketemu temen, ngerasa diri paling ga berguna, ga makan, ga minum, ga ngapangapain, pengen bunuh diri. Yha ribet. Satu hal yang saya inget dari drama korea Two Cops: give your self five seconds to think before you do something, dan buat saya, ngaruh, lima detik itu ngaruh banget. Lima detik buat lepas dari perasaan sedih/seneng, be objective, to listen what’s in your brain and what’s in your heart, to predict the risk of that particular action. Five seconds that can change your life.

Terkadang terlalu mengandalkan diri sendiri itu ga bisa, soalnya sekenal-kenalnya saya sama diri saya, ada masa dimana saya lost tiba-tiba ga kenal saya siapa, ngerasa saya aneh, dan tidak pantas ada di sekitar saya. You have to have faith in something other than yourself. Karena kadang diri sendiri itu lemah, we need something bigger, stronger, than us. Itu sih menurut saya. Kalau saya nyamannya dengan beragama dan percaya Tuhan. Sama kaya Daesung (Big Bang), gimana caranya orang yang gak sengaja nabrak orang sampe meninggal bisa balik manggung lagi ya karena he has faith in God.

image

Tapi kadang, saya ngerasa solat/doa/ibadah lainnya aja gak cukup. Islam mengajarkan saya untuk membina hubungan baik dengan Tuhan dan juga dengan sesama manusia. Makanya kalau solat endingnya salam, ngedoain ummat di seluruh dunia. Dipikiran saya, kalau Tuhan nyuruh kita berbuat baik, berarti ada objeknya dong ya. Boleh ya saya kadang-kadang jadi objek perbuatan baiknya orang lain, dan berbicara dengan orang lain tentang masalah kita adalah saatnya kita menjadi sasaran perbuatan baik orang lain. Dalam hidup, Tuhan pasti mengirimkan minimal satu orang yang bisa kita ajak ngobrol tentang masalah kita, bisa teman, guru, mentor, atau psikolog, bebasdeh siapa aja. But remember, they are human too. Kadang kita kek udah ke psikolog tapi “ga didenger”, men, lagi-lagi terlepas apapun pekerjaan mereka, mereka bisa aja gak cocok sama kita. Ganti temen cerita atau ganti psikolog ajaaaa gapapa kok kalo gak cocok. 

Mata kita melihat apa yang kita pengen lihat, begitupun dengan telinga kita pengennya denger yang kita pengen denger. Orang yang bisa kita ajak ngobrol menurut saya adalah orang yang bisa menyampaikan pesannya dengan cara yang kita pengen denger. Begitu sebaliknya, mendengarkan cerita adalah part of menjadi teman juga. And if you don’t have a good thing to share or to respond to her/his story, just listen. Kan berkatalah yang baik atau diam.

Be patient, dengan pemahaman saya terhadap hidup (ya walaupun baru 25 taun), sabar adalah kunci utama dalam menghadapi up and downnya hidup. Hidup ga seneng terus, ga sedih terus. Tuhan baik nyiptain rasa sedih untuk kita ngerasa seneng nantinya. Kaya gimana tau rasanya terang kalo ga pernah gelap gituloh. Dan karena saya yakin Tuhan ga akan ngasih cobaan diluar kemampuan kita, pasti this will sound very cliche: you can do it!

XO,

Dea yang nangis setetes pas denger berita Jonghyun meninggal (ga deng, dikasih iklan thailand aja saya nangis).

Wah parah lu de, artis korea meninggal sedih tapi temen-temen di Palestina segitunya ga sedih. Eh kemplang! Saya liat kucing masuk ke dalem ban mobil ngeong ngeong aja bisa nangis. Can I have both? Ini hati berhak loh untuk sedih atas banyak hal. 

#racaukacau: The Unspoken Love

Tulisan ini dibuat untuk menyambung tulisan Ita mengenai lebih pilih cinta yang tak terungkap atau yang tersesat kemudia menemui jalannya? Berikut aku kutip tulisan Ita, sebelum aku masuk ke pendapat pribadiku.

image

Obrolan lewat tengah malam memang tak jarang diselipi oleh racau kacau. Setidaknya hal itu berlaku bagi saya dan dea hampir selalu. Racau kacau pagi ini berawal dari pembahasan kami atas sebuah drama korea yang baru-baru ini kami ikuti. Seorang wanita berusia 38 tahun menghabiskan 18 tahun sebagai ibu rumah tangga tanpa kegiatan apapun selain menjadi ibu rumah tangga yang “baik”. Ia berada pada titik dimana pernikahannya dalam kondisi jenuh dan telah sepakat untuk bercerai dengan suaminya ketika anak mereka masuk universitas. Pun suaminya sudah lama lupa alasan mengapa ia jatuh cinta pada istrinya hingga pada sebuah kesempatan sang suami secara tidak sengaja menyaksikan kembali sang istri di atas panggung untuk menari seperti halnya pada pertemuan pertama mereka dulu. Namun, dalam drama ini teman pria sang istri yang memendam rasa suka sejak SMA hadir dalam kejenuhan pernikahan  yang sudah di ujung tanduk. Jika sang suami selama 18 tahun memaksa sang wanita untuk menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya, teman pria ini lah yang mengingatkan kembali sang wanita tentang aspirasinya menjadi seorang penari. Saya dan Dea kemudian berdebat tentang siapa yang harus didukung: cinta yang tak sempat terungkap atau cinta yang sempat tersesat?

Saya mendukung cinta yang sempat tersesat. Sebagai seorang Panta Rhei-ism, saya percaya banyak hal terus berubah, omnia mutantur. Bahwa cinta bisa sedemikian kosong ketika yang tersisa hanyalah komitmen tanpa hasrat dan kelekatan adalah mungkin. Namun kurang tepat rasanya jika cinta yang kosong ini dianggal nihil. Sebab siapa yang bisa menduga kapan hati menemukan kembali jalan pulang. Hanya yang pasti ketika waktu itu tiba ia layak mendapat kesempatan lebih utama daripada cinta yang tak pernah diungkapkan. Tempora mutantur, nos et mutamur in illis.

Berbeda dengan Ita, kalau aku sih lebih mendukung cinta yang tak sempat terungkap, atau mungkin lebih tepatnya belum terungkap. Sepengalamanku, cinta yang tak terungkap biasanya ga akan selesai sampe orang itu ngungkapin ke orang yang dia cintai, dan kadang bisa aja cinta yang tak terungkap ini bentuknya lebih ke rela memberikan waktu, tenaga, pikiran buat orang yang dicintai secara tanpa sadar. Saat orang yang memiliki cinta ini menyadari bahwa dia telah memberi banyak, dia mengeluh menyesal, tapi yaudah rela-rela aja karena sebenernya dia emang pengen ngasih aja. Selain itu cinta yang tak terungkap tuh gak akan bisa terbalas karena ya kadang emang orang yang dicintinya ga nyadar kalo dia sedang dicintai. Intinya sih aku lebih pro sama jenis cinta ini karena lebih terlihat hanya memberi tak harap kembali, kembalian sih bonus buat si pemilik cinta ini dan kalo di model kano (salah satu model kepuasan pelanggan) kasih yang dibalas tuh bagai excitementdelighters.

Saat aku bilang aku lebih pro kepada teman-pria-tokoh-utama-yang-memendam-rasa-dari-SMA, Ita langsung bilang “berarti maneh lebih ke polar intimacy ya?”. Aku ga ngerti, Ita ngasih segitiga cinta gitu backgroundnya item, terus segitiganya ijo, di dalem segitiganya ada formula mengenai consummate love. Kata Ita, coba googling Stenberg Love Triangle, dan ketemulah gambar ini. 

image

Gile ya ada orang niat ngebagi-bagi jenis cinta sebanyak ini. Kalau diliat sih consummate love adalah bentuk cinta yang paling ideal, dibentuk dari intimacy, passion, dan commitment. Aku sendiri karena anaknya gemesan, banyak nonton sinetron lebih suka sama yang berunyu-unyu gitu, yang penuh intimacy, memberi. Tapi, balik lagi ke bahasan di atas, aku pilih lelaki pemilik cinta tak terungkap karena kegemesan pribadi aja, walau gak akan bersama, setidaknya dia harus mengungkapkan bahwa dia sayang wanita dulu, atau mungkin ternyata sampai sekarang. Bilang aja dulu plisssss (gemes). Siapapun nanti yang di jalan ceritanya berhasil mendapatkan hati wanita-berumur-38-tahun ya berarti dia yang otaknya sejalan dengan writer drama ini haha.

BIGBANG MADE TOUR 2015

Hati-hati, aku lagi kesambet setan fangirl!

Setelah lama banget ga ngeluarin album berlima, sampe aku selingkuh dulu sama Winner sama iKon, akhirnya Big Bang comeback! Trailer world tournya begitu sinting sikampret aduh gile ini konser apa pelem? Gilebangets, langsung aja tabungan yang asalnya mo dipake buat nikah sama seseorang yang belom ketemu, aku alihkan untuk nikah sama stage, sama bigbang, dengan kesepakatan sebelah pihak doang. Haha.

Pas rilis tanggal wow wow 1 Agustus, langsung dong nyari-nyari siapa promoternya, biar bisa menyusun taktik ticket war karena lawannya satu dunia, bukan se indonesia doang. Emang sinting ya bigbang setelah fantastic baby mereka jadi pada makin terkenal. Apalagi GD, dia udah kolab kolab sama desainer, maennya ke PFW, even Justin Bieber sekarang campaign lagu what do you mean aja buzzernya GD. Huff. Akhirnya ketemu deh, ada announcement dari twitter bahwa Mecimapro-lah promoternya. Oke siap. Lancarkan!

Aku punya grup line di hp, namanya Oppa Eodiga, mau sok-sok plesetan Appa Eodiga, tapi kita mah sukanya Oppa. Di Oppa, ada 6 orang yang bigbangbitches, semuaya udah ON banget untuk ticket war. Satu orang beli 2, urusan bayar gampang lah, yang penting order dulu. Pas online ticketing mau buka, berdoanya kenceng banget kek mau liat pengumuman SNMPTN, mesen tiketnya beda-beda, sebagian di grey (duduk), sebagian di pink (festival). Akhirnya dapet juga terus selebrasi pake capslock semua gitu kaya “ALHAMDULILLAH.. OPPA HERE WE COME!” “OPPA!” “EMANG KALO JODOH GA KEMANA!” ya gitu lah reaksi sekumpulan cewe cewe dumb dumb kalo lagi dijajah oppa.

H-1 aku udah ke Jakarta, nginep di rumah Mitha, jajan ke carefour kaya anak mo piknik, beli ini itu, ribet banget hidup. Cek twitter udah ada fans nginep bermalam disono, itu fans dari thailand, ultimate VIP, nama twitternya Pookiegoz, gatau duit dari mana tapi tiap Bigbang ada event dia dateng mulu udah kaya orang tua nganter anaknya yang masih TK buat pentas, hadir terus. Kamarnya juga udah kaya penyembahan Bigbang buset kalo liat di youtube (klik ini) serem uga, serem tapi dedikasi tinggi, loyal banget parah, mantap jiwa! Selain heboh cek twitter, seperti konser bigbang taun 2012, aku konsul juga sama Ajeng, Ajeng anaknya update, dedikasi juga, ya pokonya pasang strategi.

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang. Aku udah bangun jam 4 terus udah mandi juga ya Allah pesantren romadon juga ga gini-gini amat, demi Bigbang kubela-belain xinting. Sampe venue, langsung ke basement, terus parkir, mobilnya Mitha masih sendirian.

image

iya, sampe aku foto, kepagian cuy.

Habis itu kita ngantri aja kaya biasa, antrian yang pink dan yellow udah lumayan panjang, aku termasuk 30 orang pertama, sisanya masih pendek, bisa kali nempel pager. Emang kalo anak caliweura kaya aku mah ngantri jam 6 pagi untuk nonton konser jam 8 malem bisa dilaksanakan. Ah iya, pas ngantri banyak kejadian seru banget, apalagi pas udah siang. Aku kan beli crownstick PO gitu terus katanya boleh nuker jam 10, ee gabisa, baru bisa siang katanya. Yaudah aku ngantri siang, sampe di antrian aku nanya ke orang yang jaga “Pak, ini antrian PO?” dia ngangguk aja, sampe dalem aku nanya lagi ke bapak laen, maklum anaknya agak kurang percaya, “Pak, ini antrian PO?” dia nanya balik “PO itu gimana?” LAH….. “Iya pak, jadi kami pesen duluan lewat internet terus udah bayar.” dia bingung lagi “Loh? Kok udah bayar?” LOHE. LEHO. LOHE. Ini gimana ini aku yang mimpi apa gimana, PO kan dimana-mana bayar, aku mendengus pelan gitu, kayaknya cukup offensive sampe bapaknya ga pede terus nanya ke petugas lain. Akhirnya yang PO dibikin barisan. Tetetoet.

Habis masuk ke dalem lagi, tiba-tiba, barisanku chaos, itu orang lagi pada lari-lari. LAH INI ADA APA LAGI? TEGANG DONGGG. Ternyata, yang pink makin panjang, jadi ditambah gitu barisannya, tentunya harus geser-geser gitu kan, pas geser ada yang cule nyerobot, yeeee xinting, gimana sih disetir napsu semua emang haha. Akhirnya ibu-ibu yang ngantri dibelakang aku protes sama petugasnya “Pak, ini gabisa gini dong! Saya ngantri dari pagi. Ini ada 5 orang loh yang nyerobot” kondisinya di depan emang 5 orang yang nyerobot barisan aku, dibelakang aku lebih banyak lagi, aku gabegitu merhatiin yang belakang. Terus kata penjaganya “Gapapalah lima orang ini” wah sgm ini sinting gelo miring, antrian depanku yang diserobot sama belakang-belakangku kompak gitu “YEEEEEE~” “Pak, lima orang saya bisa hair dryeran dulu tadi.” ‘Pak lima orang saya tadi solat subuh sepuluh rokaat kali” ga gitu sih, tapi ya intinya sebel aja ada orang cule dibelain.

image

Setelanku gini aja, sepatu lari, kaos, terus pake jas ujan, fungsinya supaya kalo kena keringet orang ga ke baju langsung, tapi ternyata ini ga seberkeringet waktu tahun 2012.

Akhirnya moving lagi kan, tempatnya beda lagi, aku pokonya udah ga bawa tas, niatnya mau joget soalnya, cuma bawa hp, snickers, sama lightstick aja. Kata aa-nya kita bakal masuk jam 4, setelah barisan VIP masuk. Cek-cek dulu deh diluar gimana, aku jalan-jalan, makan, ngintip ke antrian VIP, lah….. ini VIP atau gimana? Penuh banget lebih banyak dari antrian pink. VIP itu tiketnya 3,5 juta, dapet checksound katanya. Oqtu. Checksound pun dimulai, karena aku emang datengnya awal dan antrianku deket tembok venue, ya jadi aku kebagian checksound tanpa liat bigbang tapi udah seneng sendiri gitu kek orgil, terus nari-nari pas lagu bang bang bang. Makin deg-degan, was-was, cek twitter ada orang yang upload foto di dalem, tapi jauh banget kaya pensi 😦 mo nangis, VIP sebanyak itu.

Terus akhirnya ticketnya discan. Dasar bingung yang jaganya, barisan pink yang baru, yang kayanya orang-orangnya baru dateng jam 11an, dimasukin juga, emang cipleu. Jadi aja ini yang ngantri rusuh. Aku kan anaknya egois ya, jadi bomat gitu yang penting lari, pas masuk ke venue disuruh ga lari juga tetep lari aja, soalnya aku yakin VIP banyak banget. Pas udah nyampe aku kaya kaget, loh, ini kenapa agak didepan ya? Tapi harusnya itu hal yang disyukuri.

Setelah looping music video, iklan sponsor, dan peraturan konser, akhirnya… trailer diputer, tapi lagunya diganti ama lagu benyamin. EMANG SUGHOI. Ngakak lah. Ngakak tapi kagum gitu. Excited banget kaya mau diberi warisan rumah di dago atas. Disitu orang belakang mulai dorong-dorong. Terus… Bigbangnya… keluar… suara band dulu… terus ada yang nyanyi… lagu bangbangbang… aku… teriak.. huhu akhirnyaaaa. Kemudian show pun bergulir sesuai song list.

image

Ini video trailer yang diberi bekson benyamin mo ngakak plis.

Lighting, sound, setting panggung, semuanya kalo dibandingin sama Alive Tour beda banget. Setting panggung kayak di Wuhan, depan doang macem stage pensi, ga terlalu complicated, ga ada conveyor belt gitu jalan, cuma ada stage loser yang cermin muter, seperti yang terlihat di TV. Stage properties nya ada artistik patung yesus yang dibawa ke panggung untuk lagu bae-bae. LCDnya mayan lah, walau kadang mati-mati sebelah, tapi konsep buka tutup cem pintu liftnya seru, bikin nebak-nebak itu lagi apa ya di belakang.

image

ini foto pas lagu bae-bae, aku udah kedorong sampe kedua dari depan pager, aku di depan kanan, terlalu depan ini buatku, tapi gapapa harus disyukuri.

Soundnya juga standar, kadang ga balance, tapi tau kan standarnya korea kalo dibanding standar indonesia kaya apa? Kaya jauh banget sama bagusnya Indonesia haha. Lightingnya kalo untuk yang berdiri di depan kaya aku, ga enak banget, ngalangin si lampu-lampunya, kesilauan, tapi ya emang risiko bediri di depan sih huft,

Sekarang mau ngomongin pendukungnya ya. Mulai dari Band dulu, as always, Bandnya seru banget, bisa jamming sama Bigbang, bisa seru-seruan, apal banget clue clue kapan nyanyi kapan tepok-tepok walau itu di waktu yang random. Haha tapi yaeyala namanya juga udah tur ke beberapa negara pasti kaya gitu. Dancernya keren juga, terus asli meleng lagi, lagi nonton Daesung nyanyi solo eeeh Doni Deuki lewat.. ya gimana ya. Jadi, Doni dan Deuki ini dancer bigbang, kembar, fansnya udah kaya apa. (Monaro fotonya tapi adanya video ahahaha).

Sekarang kita bahas Bigbangnya:

image

SEUNGRI. Ini maknae tersayang sering dibully kek “kalo ada kesempatan mari kita bully dia yuk yorobun”. Sebelum konser dia bonding dulu ama anak Indonesia, seperti Raline Shah dan mungkin teman-temannya Raline Shah. Terus dia promo sup buntut ampe “you guys have to try it!” lucu banget, tipe senior yang hobi nyekil tapi ga dapet-dapet pacar gitu, berkali-kali bilang “kamu imut! kamu kamu kamu imut!” apadeh imut. Haha tapi gyemes. Dia joget single ladies sampe hyungdeul pada udah kek cape gitu nunduk sambil senyam senyum aja. Gapapa menghibur banget paling mantap. Abis konser juga minum dulu sama orang-orang Indo, bukannya langsung balik ke korea. Anaknya seru! (udah kayak kenal aja).

DAESUNG. No one can resist his solo stage! KAN SUARANYA MANTHAPJIWARAGA JASMANI ROHANI KESENIAN bangeet! Terus waktu maen drum di lagu Sober juga skillnya ga ketulungan, soalnya maen drum sambil nyanyi. So cute so lovely so gemayyy. Banyak tatap mata ama aku (geer), dan banyak manyun2 sok nyium serta ngeluarin lope2.

T.O.P. Ini lagi sombong gatau kenapa, stage doom dada ditengah, ga kedepan-kedepan gitu, kayanya dia lagi banyak follower instagramnya. Ga jelas tapi sayang sih. Yaudah yang namanya cinta mah emang begini. Dia heurey gitu anaknya “jakarrta mozarrela marrgaritta mozarela marrrrgarita” ya sok kelebihan stok huruf R dimulutnya. Etapi nyeredet hate siah waktu dia nyanyi bait pertama if you, tolong dia teh nyanyi, bukan ngerap, kuping aku tolong tolong kepanasaan ini diperkosa 😦

TAEYANG. Ini mah bukan manusia, dia makhluk jelmaan sendi, badannya sendi semua. Anaknya usaha. Nyanyi terus. Fan service berusaha banget, ngobrolnya seru, mayan, you ready? Are you guys having fun? Ya gitu lah nak baik.

GD. Sayangnya aku, walau agak kurang semangat mungkin dia diambang putus sama kiko saat itu, tapi tetep aja senyum senyum setengahnya itu bikin baper. Goyangannya yang telat sepersekian beat itu bikin pengen ikutan goyang, dan bahasa inggrisnya sangat sangat sangat improve. GD sih mo dikatakan apalagi emang udah god, apalagi waktu ngegombal, “eh gaes bigbang punya lagu baru, judulnya lets not fall in love, tapi gue liat lo semua jadi fall in love” YELAAAAH…… baper kan aku mas. Ya pokonya dia kharismanya bisa bikin cowo jadi suka cowo.

Secara keseluruhan, aku bangga soalnya bahasa inggrisnya bigbang pada makin lancar semua, dan aku udah ga banyak foto-foto tapi lebih ke menikmati :”) 

Tapi, kalo dibandingin alive tour pengalaman nontonnya lebih kesedot sama Alive Tour, mungkin karena stage lebih luas, properti panggung lebih banyak, fan service lebih banyak, ada yang ngasih gift di panggung, dan aku nontonnya juga paketan (aku waktu Alive agak belakang gitu jadi satu panggung bisa keliatan, bisa liat disini reviewnya). Untuk pengalaman ngantri nya aku lebih beruntung sih dari pada orang-orang lain yang beli VIP tapi sampe parah banget gitu ada yang bikin petisi malahan (bisa dibaca disini). Tapi aku gak tanda tangan petisinya soalnya aku ga ngerasain hal itu pribadi.

Kalo dipikir-pikir dengan uang 2,3 juta, dapet pengalaman kaya gini worth ga worth gitu, karena aku anaknya konten banget, jadinya aku lebih mentingin isi daripada sistem organizer pihak indonya, dibanding alive tour ini ga terlalu mengesankan, tapi ngeliat Oppa dari deket banget udah cukup bahagia.

Haha, sekian dulu review dari aku. Mungkin nanti suatu saat aku bisa kolab sama mereka (naon tapi amin).

image

XO, Oppa Eodiga.

AntyYunicaZafiraBrendaDevyMitha

curhat

Dea Ta, aing udah mulai menarik diri dari berita kpopkpop gitu. Mayan menghemat waktu. Tapi kalo drama masih sering sih.
Ita: *ngangguk ngangguk tanda apresiasi* bener sih dei.
Dea: Tapi aing mulai tertarik manga nih.
Ita: YEEEEE~

How K-drama, K-Variety, and K-saramdeul change me

ini cuma pikiran aku aja tentang seberapa jauh k-related things merubah aku, terutama cara pikirku tentang apapun itu. Pada dasarnya aku adalah orang yang suka mengamati dan komentar. Jadi, apapun yang kutulis disini itu hanya berdasarkan pengamatanku dan bukan dari sumber mana-mana. Sumbernya cuma dari aku. (Eh, kayaknya tiap nulis post aku harus bikin disclaimer: this post based on my experience and observation, dengan melepaskan label label yang menempel di aku seperti anak S2 ITB contohnya hahaha swedigh….)

Awal gimana aku bisa suka sama K things ini karena aku emang suka mengapresiasi seni. Seni ciptaan Tuhan. Seperti muka cowo yang awalnya biasa aja tapi karena sifatnya yang baik dan penuh pengertian lama-lama jadi ganteng, bisa juga seni hasil work out cowo-cowo korea yang bikin badan mereka bagus banget kalo pake suit. (fyi, buatku cowo lebih keren keliatan pake suituwiw ketimbang telanjang-telanjang dada huek). Tbh i don’t wanna see some shirtless or topless guys, i just wanna see top more T.O.P MORE haha.

image

PAPA T.O.P NAE SARANG, TA-nya udah beres, sekarang lagi Tesis nih mbaknya, sabar ya!

Perfilman korea sebenernya gak jauh beda dengan perfilman indonesia (gak jauh beda sih tapi beda banget haha perfilman indonesia beda banget sama perfilman di dunia, eh tapi ini sejauh mata memandang di bioskop sama di TV aja ya, bukan film film festival yang tidak terpublikasi dengan baik)

Selama hampir 5 tahun terakhir ini (haha lama banget kayak kuliah) aku sangat-sangat terinfluence dengan orang-orang yang keliatan di TV korea (oh internet oh internet). Walau kadang detox dikit dikit pake serial US atau UK (aku gak pernah detox dengan membaca paper bahan bahan tesis, cih ngapaen bangets). Dari mana aja ya terkena pengaruhnya?

Mulai dari yang sangat keliatan dulu aja deh, yaitu gimana aku melihat cowok. Dulu, aku biasa aja liat cowo. Ga ada hasrat pengen memiliki seganteng gantengnya itu. Semenjak nonton drama, hasratnya muncul (antara berhasrat atau emang udah umur aja dei itu mah haha). Jadi, cowo cowo di drama ini selalu memiliki sifat yang di akhir drama bikin cewe-cewe pengen punya. Entah karena emang aku nontonnya drama yang biasanya sifat cewenya gajelas ngaco gitu kayak aku dan akhirnya menemukan cinta yang perfekto mamamia lezatos gitu yang si cowonya awalnya benci benci tapi sayang, benci benci tapi melindungi, benci benci tapi diem diem menyimpan perasaan. Terus selalu ada tokoh cowo ganteng baik dan selalu ada di sisi cewenya, tapi cewenya ga nyadar (bodoh kamu!) atoga si cowonya ga ganteng tapi baik banget selalu bersedia berkorban sampe literally bedarahdarah demi cewenya. Hhhh. Bikin mimpi (udah tau bikin ngimpi tapi masih ditonton haha). Dulu banget, aku gak tau kalo sixpack itu adalah bentuk bagus dari badan cowo. Tapi, karena drama korea, persepsi aku jadi terbentuk, bahwa perut buncit is a big no, badan kurus kerempeng juga is a big no. Jadinya skrg kalo nilai cowo itu sehat apa engga ya liat perutnya, buncit apa engga ato cekung ato engga haha. Huft, bener apa kata Sherlock sih “Beauty is a construct based on entirely childhood impressions, influences, and role models” makin banyak orang yang merefer seseorang itu cantik atau ganteng, ya makin kebentuk di kepalaku kalo ganteng itu gini, gini, gini. Tapi terlepas dari itu semua sih aku cuma cari cowo yang seagama, sayang aku, dan pengertian (ga nanya dei, ga nanya!)

Kemudian, selain drama. Aku juga dengerin musik-musik K. Disini aku bakal nyorotin banget how the producers make their singers so beautiful. Outside and inside. Mulai dari company yang sangat terkenal dengan visualnya yaitu SM. Presidennya namanya Lee Soo Man. MARKETINGNYA PINTER BANGET OWWWKHAY. Contohnya aja EXO! Aku ga habis pikir sama marketingnya, ngatur jadwalnya EXO pinter banget. Mereka udahan promosi tepat pas G-Dragon ngeluarin album Coup D’ Etat…. How smart bengeee. Keknya Soo Man tau banget EXO blm bisa banget dibandingin sama G-Dragon. Bahkan sampe kapanpun gakan bisa karena emang ga sealiran. EXO Growl keluar ALL KILL DAN TRIPLE CROWN…… terus habis itu promosi jor-jor-an di TV, pas G-Dragon naik ke acara musik, EXO promosinya off air! GILA PINTER BGT. Selain jago marketing jadwal, doi juga jago bikin personality orang sampe jatuh cinta gitu, kayaknya cuma Heechul aja yang off-script (HAHAHA OPPA KESAYANGAN AKU, 30 TAHUN SUDAH UMURMU).

image

kenalkan, namanya Park Chanyeol, memang sekilas terlihat sebagai pria cantik tapi denger coba suaranya disini (cukup aja u u u nya sama petikan gitarnya ya, kalo mau denger musikalitasnya Chanyeol, cari aja sendiri, aku takut nanti pada sayang semua sama Chanyeol kalo ku kasih link yang isinya talenta Chanyeol)

Tapi entah mengapa di mata aku (lagi lagi terpengaruh artikel), SM ini strict banget masalah latihan, masalah perform, don’t care how you feel or how healthy are you gitu (lagi lagi ini akibat sedih banget liat D.O. di MAMA, lagi sakit kaki tapi tetep ngedance). Terus ya music is a business gitu. Kayak they can’t express their feeling… liat koreonya, liat lagunya, banyakan bikinan orang lain (sotoy parah sih aku, maaf). Tapi ya itu, kadang sedih aja liat DBSK bubar… Shinhwa aja sampe keluar dari SM, karena mereka bakal tetep stay berenam sampe kapanpun (om om ayo cepet nikah om!). Kabar yang aku denger mereka ditawarin personal activities gitu, jadi udah ga jadi Shinhwa lagi. Tapi yokshi, uri leadernim Eric tetap menjaga keutuhan Shinhwa. Aaaa hormat banget aku sama Shinhwa (padahal ga kenal)

Kemudian ada JYP, JYP yang ternyata bos dari JYPEntnya bukan JYP. Ngarti ga? Haha. Jadi intinya JYP itu hanya punya shares aja di JYPEnt dan sebagai representative aja. JYP ini the king of whisper gitu. Tiap-tiap lagu JYP ya ada whisper di awalnya “JI WAY PI…” gitu. Yang aku mau omongin tentang uniknya JYP itu adalah of course BADAN BAGUS DAN KEMAMPUAN AKROBATIK SERTA FLEKSIBILITAS TUBUH. Haha kalo masalah lagu sih aku bingung gitu, kenapa lagu korea banyakan galau galau tapi ngedance, melodinya semangat. OH. Terus kadang liriknya….. yaudah gitu aja. Hahaha. Tapi JYP ini udah mulai ngebolehin self composed song masuk ke album boyband atau girlgroupnya. Contohnya 2PM (myehehehehe senyam senyum najong), dan kalo secara personality, JYPnya sendiri sebagai sajangnim tau lagu banyak banget, pinter bahasa inggris, selalu ngasih analisa yang masuk akal tentang suatu lagu, tau cara mengapresiasi lagu, dan tau cara berkomunikasi (HAHAHA KEBANYAKAN NONTON KPOPSTAR).

image

ini Junho (yang pake kemeja item kedua dari kanan) di koran Arab, haha pentink sistahhh.

Satu lagi label besar, YG (dibaca: wayji). Nah, YG ini punya artis-artis yang cem artist beneran! I DON’T CARE ABOUT FACE banget. As long as you have passion in music and you work your ass pol pol an demi musik, yaudah lo bisa debut gitu. Jeleknya ya kadang belet aja masalah jadwal comeback atau promosi cem kayak solonya Seungri beririsan sama EXO, hihi tapi 2NE1 yang sekarang ALLKILL lawan Girls Generation. HAHA BAHAGIA (maaf bias). Nah, YG ini seperti membebaskan artisnya gitu. Mau nulis apa bebas, mau bikin lagu cemana bebas, nah makanya kalo dengerin lagu YG kayak yang lepas lepas gitu.

image

Nam Tae Hyun, maknaenya Winner, keknya lagi pilek, males megang tissue, otak gak koplak koplak amat, suara bagus menuju sempurna. Haha. Winner ini grup terbaru dari YG, belom debut alias debutnya keknya diundur. Noona-deul dulu aja yang comeback, nanti kita menyusul.

Hal yang mempengaruhi aku banget dari musik KPOP adalah aku harus mencapai cita-cita aku dengan seluruh potensi yang aku miliki (klasik), sebenernya sih lebih ke arah keilmuan aku, manajemen gitu. Jadi belajar banyak aja dari analisis sotoy aku tentang how this industry works. Kalo dibandingin sama industri musik indonesia, kebanyakan dari kita ga tau siapa manajemennya, siapa produsernya, kita cuma tau musiknya aja, dan buatku it’s a good thing sih. Tapi emang butuh effort gede buat liat pemusik yang isinya ga “gitu-gitu doang” di Indonesia. Karena banyakan yang masuk TV ya yang gitu-gitu aja. Harus rajin nyari gigs atau surfing soundcloud dan youtube.

Selain drama dan musik, ada tayangan variety show, yang di Indonesia lebih dikenal dengan reality show. Variety show di korea itu seperti mengharuskan pelaku seni di dalamnya lucu. Iya, lucu. Jadi, kalo kamu ga lucu, kamu harus berusaha keras banget. Sesebanget itu. Biasanya, variety show itu membuat kita bisa melihat artis yang kita sukai dengan lebih dekat. Kita jadi kayak tau dia aslinya gimana (padahal kita sendiri ga tau itu scripted or not). Ya tapi kan penonton selalu percaya dengan apa yang ingin ia percaya. Salah satu acara yang aku suka adalah Running Man, segala sesuatu yang berbau Talkshow (Happy Together, Win Win, Yoo Heeyeol’s Sketchbook), dan We Got Married.

image

lee kwang soo yang dikenal di running man, kakinya panjang, sering disebut jirin gara-gara mirip jerapah, hobinya berkhianat tapi sering terluka sendiri haha bodoh.

image

lee kwang soo yang aku cintai (kanan atas pojok), foto di majalah high cut, seframe sama dong wook sama chil bong sama kim bum, YAUDAH SIH KAN SELERA EYK EMANG MODEL MAU DIGIMANAIN LAGI.

Hal yang mempengaruhi aku disini adalah gimana sih aku bikin imageku di depan orang. Identitas aku itu siapa. Aku mau dikenal sebagai orang yang gimana. Aku jadi mikir gitu. Sometimes faking your identity in front of the person who doesn’t know you well is needed. Contohnya adalah di depan dosen pembimbing. Haha. Tamat. Tapi in front of the one you love sih dibutuhkan ketulusan dan keikhlasan hati kali ah. Masa mau fake seumur hidup.

Selain semua itu, satu hal terakhir adalah FASHION! Nep! Menurutku fashion Korea emang udah mulai mempengaruhi Asia, apalagi Indonesia si negara latah fashion haha. Aku suka nonton Style Log, ya tau lah ya karena siapa. Pembawa acaranya sih Lee Soo Hyuk sama Hong Jong Hyun. Wekawekaweka. APALAGI EPISODE YANG ADA YOUNG KWANGNYAAA!

Hal yang mempengaruhi aku disini adalah gimana aku melihat bahwa dengan fashion, muka orang yang seaneh apapun ya bisa jadi kece gitu. Kalo gak cakep ya minimal harus tau dandan haha.

image

lxxsxxhyuk dan hong jong hyun, FYI, lee soo hyuk ini suka dipanggil hyuk soo ga ngerti kenapa, dan merupakan bagian dari geng XXX (analisis sotoy lagi)

Tapi segala sesuatu yang berlebihan ga baik sih, aku kadang masih nonton korea lamaaaaaa banget sampe tiba-tiba adzan Subuh…. haha itu sih yang ga baik. Karena begitu adiktifnya dan aku merasa tayangan-tayangan itu bikin aku seneng dan aku belajar ya jadinya malah terlena. Salah sih. Salah-salah nikmat gitu haha. Guilty pleasure.

Banyak sekali pengaruh yang diberikan oleh tontonan aku ini dalam proses membentuk aku. Aku bisa bilang sih aku yang sekarang sedikit terbentuk dari k-related things ini. Sekarang aku lebih dikenal sebagai “Dea yang suka nonton Korea”, “Dea bandar korea”, “Dea yang kuat 3 jam karaokean lagu Korea semua”, atau yang “Dea yang punya geng korea”. Jadi kalo misalkan ada yang ga sreg sama kelakuan aku, sama pemikiran aku, sama perkataan aku, ayo kita diskusi haha, siapa tau kamu bisa mempengaruhi aku.

XOXO,

The girl with the new identity.