Migrasi dari Tumblr ke Wordpress

Karena kemaren ada beberapa orang yang nanya gimana caranya migrasi dari Tumblr ke WordPress, saya coba tulis ya di sini. Saya mau berbagi dulu kenapa saya pilih pindah ke WordPress dan bukan ke Blogger? Jawabnya ada diujung langit~ jadi saya tuh nyari mana yang bisa mindahin seluruh postingan saya, dan akhirnya terpilihlah wordpress.

Satu. Ucapkan dadah ke Tumblr.

Ucapkan selamat tinggal ke Tumblr. Engga deng. Kalau saya sekarang masih buka Tumblr juga sih, walau sekarang tumblr udah dibuka lagi aksesnya, saya takut aja ntar kalo lagi pengen nulis eee ditutup.

Dua. Bikin akun wordpress.

Bikin akun WordPress di wordpress.com, daftar dulu kek biasa bikin uname sama password, terus bikin addressnya namablogkamu.wordpress.com, lalu pilih plannya. Kalo saya ini pake premium, makanya domainnya bisa ganti. Harganya 4 dolar/bulan, tapi bayarnya sekali aja (untuk setaun). Habis itu ya bikin profil kek biasa aja.

Tiga. Run tumblr importer.

Masuk ke dashboard wordpress, biasanya ada di dropdown menu, atau bisa langsung ke namablogkamu.wordpress.com/wp-admin. Dari situ pilih Tools –> Import.

Capture

Habis itu nanti tinggal di-connect-in ke tumblr, kalau belum log in ya tinggal log in pakai email dan password Tumblr.

Empat. Import postingan Tumblr.

Setelah Tumblr dan WordPressnya terhubung, nanti bakalan muncul daftar Tumblr blog kamu (contohnya ada di gambar bawah yaa). Tinggal dipilih, mana aja yang mau diimport. Pilih “Import this blog” dan kemudian tunggu sampai selesai. Pas udah selesai, nanti di action/statusnya akan ada tulisan “Finished” diawali simbol ceklis di depannya.

2

Catetan dari pengalamanku.

  1. Karena saya pake domain deichanela.com di Tumblr, saya kesulitan buat ngeimport semua blogpost. Ternyata kamu harus lepasin dulu domain-nya dari si Tumblrnya, caranya masuk ke Setting, terus si custom domainnya dinonaktifin.
  2. Setelah itu, Tumblr saya kembali ke alamat deichanela.tumblr.com, dan domainnya saya pakein di WordPress. Sedihnya, kalo mau pake custom domain, di WordPress mesti bayar. Untungnya waktu awal-awal pindah ke WordPress, saya punya duit hahaha. Jadinya bayar deh.
  3. Waktu di Tumblr, gak ada yang namanya Category, adanya Tags doang (gatau deng, kalo di theme yang saya pake sih ga ada). Sehingga pas kamu pindah ke WordPress semuanya masuk ke kategori “Uncategorized”. Kalau kamu anaknya pengen rapi, silakan dipindahin satu-satu ke kategori yang diinginkan, soalnya saya juga gitu 500++ postingan saya bacain satu-satu terus saya kategoriin. Cara bikin kategori ada di dashboard WordPress yah. Untuk postingan yang saya ingat ceritanya, saya pakai pilihan Quick Edit untuk ngeganti kategorinya doang. Namun karena tidak semua content Tumblr tervisualisasi sebagaimana layaknya di Tumblr, beberapa video, suara, dan teks jadi “(no title)” sehingga saya harus buka satu-satu postingannya. PR dehh~ tapi gapapa sih.
  4. Menulis di WordPress lebih fokus sih soalnya default-nya adalah dashboard writer bukan reader. Meanwhile kalo buka Tumblr untuk berniat nulis, saya malah jadi kelamaan scrolling.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s