I celebrate my birthday.

Birth.

Adalah suatu proses yang menurut saya membutuhkan keberanian, tenaga, dan kesiapan menanggung segala hal yang akan berhubungan dengan si bayi nantinya,

So why I choose to celebrate my birthday?

Selalu merasakan sakitnya menstruasi kaya apa. Apalagi melahirkan. Belum lagi mikir dulu Ibu ke rumah sakitnya naik angkot karena Bapak masih dinas di Cirebon. Bapak sekeras apa usahanya membesarkan saya, bekerja, mendidik, mengantar, menjemput, menyekolahkan di sekolah terbaik. Kerasa banget perjuangannya.

Setidaknya, satu kali dalam setahun saya mengingat betapa saya diciptakan dengan perjuangan seorang Ibu dan Bapak yang mengingkan segala hal terbaik untuk anaknya. Saya berharap saya bisa menjadi anak solehah karena doa anak soleh lah yang bisa menyelamatkan Bapak dan Ibu.

Diantara beberapa orang yang mengatakan lebih baik tidak merayakan ulang tahun, saya merayakannya. Sedari kecil saya diberikan kehadiran keluarga dan teman, kue, dan kado oleh Tuhan di setiap momen hari kelahiran.

Merayakan ulang tahun itu menurut saya penting. Semenjak bisa membeli sesuatu untuk diri sendiri, saya mulai mengenal apa-apa yang sebenarnya saya senangi. Bukan hanya kelihatannya, atau kerasanya aja, tapi benar-benar saya senangi.

Setidaknya, satu kali dalam setahun saya berbuat baik pada diri saya. Memberikan barang atau pengalaman pada diri saya sendiri di hari ulang tahun. Sesederhana pergi ke restoran, beli kue coklat, kalo lagi banyak duit, saya beli sushi.

Beberapa orang yang bertambah umur bilang “Ah, ngapain sih, sedih tau udah tua” atau “Lagian ya ngerayain ulang taun gaboleh sama agama.” Saya belum begitu melihat dampak buruk dari merayakan hari ulang taun, saya juga gak pernah dilempar terigu dan telor-teloran dan ga ikutan sih kalo ada yang gitu, kata Ibu ga usah, itu makanan soalnya. Sehingg,a saya masih sangat menikmati diberi hadiah saat ulang tahun, seperti mendapat konfirmasi bahwa ada orang yang sayang sama saya. Mungkin terdengar cliche, tapi saya sangat suka doa-doa spesifik yang saya dapatkan saat saya ulang tahun, apalagi dari keluarga terdekat.

“Semoga selalu disayang teman-teman ya, De.”

“Semoga selalu diberikan nafsu dan nasib yang baik ya, De.”

dan kado terbaik lagi-lagi adalah apresiasi dari teman terdekat terhadap hidup yang telah saya jalani.

image

a very warm words from Saskia.

Setidaknya, satu kali dalam setahun

saya mendengar dan bisa ikut meng-aamiin-kan berbagai doa baik untuk diri saya. Di hari itu saya merasa Tuhan mulai mengatur rencana bagaiman dan kapan doa-doa dari teman saya dikabulkan. Tentu Tuhan adalah sebaik-baik penulis skenario saya.

Begitu menyenangkannya menjalani hari ulang tahun karena saya selalu berusaha menjadi saya yang terbaik di hari itu. Gak peduli kemaren kaya gimana, saya merasa saya memiliki kemampuan to be a better Dea di hari ulang tahun. Dimulai dari bangun tepat waktu, tersenyum, dan menjalani hari dengan semangat. Kaya ganti batre gitu dan pede aja hari akan berjalan dengan baik. Kalaupun ga baik, saya bisa banget jadi orang super positif menanggapi semuanya haha.

Setidaknya, satu kali dalam setahun saya pede kalo saya bisa jadi orang baik.

Kalau kamu gimana?

Bagaimana kamu merayakan ulangtahunmu?

Mau barengan sama aku ga? Selamanya…. (Ea, masih usaha!)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s