Gratitude Post: Teruntuk Subchan

Teruntuk Subchan, yang pasti udah menduga bakal dapet tulisan ini.

Saya kenal Subchan dari SMP, dari jamannya Subchan masih pendek sampai sekarang Subchan yang sudah lebih tinggi dari saya. Subchan anaknya periang, suka denger radio 99ers dan pernah ngemsi bareng Akay (angkatan saya pasti tau siapa Akay).

Subchan super cute dan sweet disaat yang bersamaan, dia sempat membelikan buku diary untuk cewe-cewe di kelas saya. Saat itu kami memang hobi curhat-curhatan lewat diary, ada yang pake kunci dan ada yang engga. Kayaknya nih ya Subchan ngefans sama salah satu dari kami (tentu bukan saya sih, karena saya ngegengnya gak semangat, jarang curhat dan gak cewe-cewe amat).

Subchan suka tampil di depan umum, dari mulai ngemsi, nyanyi, dan kalau gak salah atlet pencak silat juga deh (tapi kayanya gak pernah tanding sih, sama kaya saya). Kadang becandaan Subchan lucu, kadang juga engga, tapi saya tetep ketawa, kasian soalnya udah usaha.

Selera musik Subchan hampir sama seperti selera musik saya. Pernah saya ngotot minta ditemani untuk menonton White Shoes and The Couples Company karena saya sangat suka sama Ale. Minta difotoin bareng segrup, eh Ale-nya ga masuk ke frame, kepotong gitu. Kesel banget sumpah. Tapi ya tetep berterimakasih karena Subchan gak mahal kalau diajak kemana-mana. Kalau bisa ya ayok. Sayangnya saat konser Coldplay saya gagal menemani Subchan (atau Subchan menemani saya) pergi.

Terkadang kalau saya bingung tentang cowo juga saya banyak nanya ke Subchan. “Kalau gue kaya gini ada yang mau sama gue gak ya?”, “Bhan, kalo gue bales gini gimana?”, “Bhan, pernah gak sedetikpun gitu dalam benak lo ada perasaan wah Dea cantik banget hari ini.” Yang dijawab dengan engga, engga lo keliatan banget suka sama cowo itu, dan engga 🙂 Lyfe.

Enaknya berteman dengan Subchan, selain jujur, dia juga ngga awkward kalau dibawa kemana-mana dan harus kenalan sama temen saya, anaknya supel dan gampang ngobrol sama orang baru.

Kalau saya bingung lagi mau chat sama siapa juga, saya gak ragu untuk chat Subchan duluan, begitu juga dengan teman-teman dekat saya lainnya, Subchan anaknya ramah sih, selalu menyambut chat dengan jujur, kalau lagi ga mau bales dia bilang. Sampai sekarang Subchan selalu jadi pilihan terakhir kalau mau jalan-jalan tapi gak ada temen, begitu juga saya selalu menjadi pilihan terakhir Subchan. Kayaknya kita kalau bisa ga ketemu, ga ketemu deh.

Terimakasih Subchan, untuk tetap berteman dengan saya senyebelin apapun saya. Semoga ke depannya tambah tahan!

Salam hangad,

Dea.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s