Gratitude Post: Teruntuk Kennya

 

Teruntuk Kennya, yang namanya akan ada di buku sejarah seni pertunjukan Indonesia.

Menulis untuk Kennya tampaknya bisa sangat panjang ataupun sangat singkat. Saya tidak pernah mengenal makhluk seaneh ini selama hidup saya. Galau tapi konsisten. Kalau gak galau Kennya gak akan pernah konsisten untuk usaha di hidupnya. Dulu, saya tipe yang percaya kalau dunia seni itu cuma lewat aja, gak akan pernah jadi mata pencaharian. Kennya bikin saya yakin, kalau kita bisa, asal usaha.

Saya dulu kenal Kennya gak tau dia anaknya siapa (yaa walaupun akhirnya tau terus kek oooo yang ini toh mbaknya, saya cuma tau ada anaknya seniman yang kuliah di FSRD), yang saya tau Kennya ini keras kepala, kalau maunya A ya bakal diperjuangin dengan beribu latar belakang ditambah alasannya. Saya taunya Kennya tukang belajar, tukang baca, dan gak malu kenalan sama yang lain. Ngumpul-ngumpulin database seniman abis itu nyamperin satu-satu, minta diajarin, kadang juga minta kerjaan. Dari Kennya saya belajar untuk gak gengsian saat berusaha.

Ide-idenya Kennya super dekat dengan kehidupan saya, dan disampaikan dengan gaya penyampaian yang berbeda, walau kadang saya juga ga ngerti sih haha, yaa tapi setidaknya idenya deket, ga ribet-ribet amat. Saya yang biasanya suka sama yang mainstream-mainstream aja seperti konser musik atau produksi film, jadi tertarik dengan panggung, khususnya seni peran. Saat Kennya bilang “Gue tau sih de, kalau gue mau mati dimana, ya dipanggung” Saya cuma bisa malu aja (dan itu maksudnya kiasan ya guys jangan diambil mentah-mentah haha). Dari dulu Kennya konsisten mau di panggung, sampai sekarang tetap di panggung, saaayaaa siii putriii si putriii sinden pangguuunggg aela malah dangdutan. Lah saya? Kalau abis nonton ANTM mau jadi model, abis nonton Scandal mau jadi politisi, abis nonton doraemon mau jadi doraemon, abis nonton akad nikah maunya nikah juga :/ ya pokoknya saya sih tergantung tontonan.

Cara Kennya mengamati saya juga berbeda dengan yang lain. Saat yang lain lebih suka bluntly bilang “Receh lu, Dei!” Kennya bilang “If I were you, saya akan berusaha konsisten dengan segala kerecehan dan kesederhanaan yang saya miliki. Disaat orang lain sibuk jadi bintang endorse, atau riweuh dalam kejar mengejar mimpi dan ambisi, atau bahkan ‘menjual’ segala rupa bayi bayi, saya akan berusaha hadir dengan kehidupan yang santai, apa adanya, bertanggung jawab, dan ga berusaha ala ala.” Hidup saya emang kurang usaha ala-ala sih makanya agak kuper dan susah gaul haha. Tapi entah kenapa cara Kennya mengamati saya membuat saya berpikir bahwa saya gak perlu minder dengan saya sendiri yang hobinya nonton FTV, nonton drama korea, baca tulisan receh, jadi jomblo ngenes, kadang ngomong sendiri sama kaca, ya selama ga ngedosa keknya gapapa gasih?

Kalau ngobrol sama Kennya, saya kaya ngobrol sama orang tua, pengalamannya banyaaaak banget. Saya nanya apa aja pasti dijawab. Usaha dulu sebelum bilang “Gak tau, Dei”, karena Kennya sukanya diskusi, kalau ketemu Kennya, selain ngomongin kapan kita dapet pacar, omongannya bisa luas banget. Apalagi saat Kennya curhat ke saya mengenai guilt-nya dia pulang dari New Zealand pakai duit LPDP. “De, sumpah, lo ada komunitas gitu ga? Gue pengen banget bagi-bagi apa yang gue dapetin di sana” Saya ya kayanya kalau dapet beasiswa gitu, karena orangnya gak pedean, gak akan tuh pulang-pulang bagi-bagi ilmu, saya pasti ngerasa saya belum berkapasitas buat bagi-bagi ke orang lain. Kennya? Wah. Saya kagum sih, sesedikitnya ilmu yang dimiliki dia merasakan ada urgensi untuk membaginya. Amal jariyah banget tuh ilmu yang berguna kalau disebarkan terus diamalkan.

Saya punya kebiasaan menggerutu dalam hati kalo lagi kesel sama dunia. Dunia yang sekarang borderless, dunia yang sekarang banyak benernya tapi banyak juga salahnya. Kek tiap hari ngeluuuh mulu. Dari Kennya juga saya belajar untuk melengkapi dunia ini bukan mengganti, serta menyiasati bukan memaki.

Terimakasih, Kennya!

Untuk yang mau meminang Kennya silakan langsung dihubungi via instagram @kennyarinonce, baca juga tulisannya di http://kennyarinonce.com/. Mumpung masi murahan kalau mau diajak collab untuk bikin karya juga bisa :”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s