#letsgoreading16

Drama Mangir karya Pramoedya lagi 💕
Buku ini ditulis dengan gaya skenario panggung. Karakter dikenalkan di awal buku dan cerita terdiri dari tiga babak.
Drama ini bercerita tentang kisah cinta yang harus berakhir tragis antara Putri Pambayun, putri kerajaan mataram, dan pemimpin desa yang rupawan Wanabaya.
Pambayun & Wanabaya tulus saling mencintai walau sebenarnya cinta mereka merupakan hal-hal yang diatur oleh tetua kerajaan Mataram untuk menguasai Mangir. Wanabaya dibunuh oleh mertuanya sendiri di depan mata Pambayun. Menghalalkan segala cara untuk mempertahankan tahta adalah salah satu ketimpanban sistem pemerintahan silam yang mungkin masih ada di dalam kehidupan masa kini.

Membaca buku ini membuatku terkesima dengan istilah-istilah yang digunakan Pram untuk menggambarkan Wanabaya yang sangat jatuh cinta. Pram menggunakan kata “hatinya belah dua”. Saking belah dua hatinya Wanabaya dituduh hendak robohkan teman sebarisan. Pambayun yang tidak tau bahwa ia hanyalah alat untuk menguasai Mangir pun menyerahkan jiwaraganya hanya untuk Wanabaya.

Bila berbahagia ingatlah pada maut yang semakin dekat. Bila hadapi mati hendaknya orang menghitung semua kebahagiaan yang telah terlewati.

Ah, terimakasih, Pram 🙂

#book #reading #books #read #bookstagram #instabook #novel #booklover #literature #vscocam #vsco #story #instabooks #pramoedya #pramoedyaanantatoer #sastra #novelpramoedya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s