kadang beda

Aku tau, dunia ini terdiri dari banyak manusia yang mungkin setiap hari jumlahnya semakin banyak. Manusia-manusia tersebut tersebar di seluruh tempat di bumi ini, termasuk kita.

Kita besar dengan lingkungan, situasi, dan kondisi yang berbeda-beda. Tidak mungkin kita menjadi orang yang sama. Dua puluh satu tahun hidupku dihiasi dengan melihat perbedaan dimana-mana.

Perbedaan gender, perbedaan agama, perbedaan bahasa, dan perbedaan lainnya. Aku sangat senang dengan adanya perbedaan ini. Dunia ini lebih berwarna.

Tapi, ada saat dimana aku memaki perbedaan. Saat perbedaan dijadikan ajang untuk saling menunjukkan mana yang paling benar.

Contoh sederhananya:

Cewe: cewe PMS itu harusnya ga diganggu, kamu tau kan aku lagi sensi banget, kenapa sih masih aja ajak aku main? aku mau di rumah!

Cowo: :“”“

Beda gender memang suatu hal yang tak bisa kita ganti seenaknya. Bukannya aku tidak PMS, tapi aku kadang tidak suka dengan alasan seperti itu. Aku tau hormon wanita memang bergejolak kawula muda saat PMS, tapi dia itu hanyalah wanita yang sedang menjadi dirinya, sesitif. Bukankah sebagai wanita juga kamu diajari untuk sabar?

Kadang perbedaan itu bisa menjadi sangat melekat kepada diri kita. Ah aku tidak akan munafik. Misalkan saja aku berteman dengan seseorang yang selalu hidup makmur dan berlimpah harta selama hidupnya. Jika dia tiba-tiba menraktirku akan kusambut dengan luapan kegembiraan dari ujung kaki ke ujung kepala. Namun, aku akan meragu jika ia meminjam uang dariku. Bagiku, kekayaannya begitu melekat dengan dirinya.

Saat ini, aku merasa terlalu banyak perbedaan yang melekat di setiap manusia di bumi ini. Sampai-sampai karena berbeda kita bisa bermusuhan. Ekstrimnya, karena aku Indonesia dan kamu Malaysia kita tidak bisa berteman, Malaysia mencuri paten kesenian negaraku. Karena kamu dan kampusmu ikut aksi sedangkan aku ITB dan tidak ikut aksi kamu menghadiahi pembalut sebagai lambang pengecut pada kampusku? Ups, ternyata sampai saat ini aku sangat melekat dengan kampusku.

Tak bisakah kita berbicara dengan melepas perbedaan yang melekat itu sebentar? Hanya aku dan kamu dengan dua cangkir coklat panas sambil menikmati sore?

ditulis dalam keadaan mabuk darat


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s