I AM (2012)

Sebuah film dokumenter dari SM Town. Untuk penggemar korea, pasti udah tau deh SM Town itu apaan. Untuk yang ga kenal, nih aku kasih tau dengan ke-sok-tau-an aku tentunya. SM Town merupakan sekumpulan artis yang berhasil di-debut-kan oleh SM Entertainment, sebuah perusahaan pencari bakat yang menerbitkan artis-artis korea yang sudah tidak asing lagi, seperti Super Junior (Suju) dan Girls Generation (SNSD). Artis-artis lainnya yang ada di film ini adalah BoA, Kangta, DBSK (TVXQ), Shinee, dan f(x).

Film dibuka dengan adegan Sungmin bersembunyi karena malu, kemudian dilanjutkan dengan kehebohan konser di Madison Square Garden, “SM Town Live in New York”. Madison Square Garden yang selanjutnya bakal aku singkat jadi Maskugar (haha jelek, tapi biarin aja), digambarkan sebagai pencapaian tertinggi mereka dari mulai menjadi trainee sampai di 2012 ini. Sebuah tempat dimana Michael Jackson dan Maddona pernah mengadakan konsernya.

Penonton disuguhi video-video flashback saat mereka trainee dengan metode wawancara. Yang paling melekat di otakku adalah pengambilan adegan Sungmin yang malu karena gamau dance dan tersirat raut keputusasaan di wajahnya. Juga video Sully yang masih keciiiil banget yang bikin penonton emesh2 pengen nyubit layar bioskop. Kemudian video Victoria saat jadi model MV-nya Shinee yang ‘Noonaneomuyeppooooo’ dan ga bisa bahasa korea.

Masing-masing artis SM diwawancara, tapi sayang, gak ada Heechul, Siwon pun cuma seuprit icikiliminyi. Mimpi dan harapan adalah pesan yang sangat tergambar dalam film ini. Bagaimana mereka memiliki mimpi kemudian bekerja dengan sangat keras hingga mimpi tersebut bisa tercapai. Wawancara-wawancara singkat dengan artis-artis SM kebanyakan bertanya tentang “Siapa mereka?” semacam pertanyaan untuk menggali jati diri, video saat mereka masih trainee pun dipertunjukkan kepada mereka untuk mendukung wawancara tersebut, seberapa tinggi sih mimpi mereka dan seberapa bekerja kerasnya sih mereka, beberapa ada yang sampai menangis, seperti Ryeowook.

Satu hal yang aku soroti adalah disini SM berhasil menggabungkan video dokumenter tersebut yang resolusinya kotak-kotak dengan video jernih SM Town di New York. Pemilihan waktu yang tepat untuk mengganti scene wawancara-flashback-konser merupakan faktor yang menurutku unggul untuk film sekelas dokumenter tentang Korea. Sebenernya aku juga gabisa berpendapat apa-apa karena film dokumenter artis korea yang aku tonton emang baru ini (atau emang ini film dokumenter yang pertama).

Karena aku memang bukan fansnya SM Town, jadinya aku biasa aja (tapi boong). Disini aku jadi lebih tau tentang BoA, dan Kangta yang sama sekali aku ngga tau sebelumnya kecuali lagu-lagunya aja. Semacam persepsi mereka tentang Kangta yang lebih tua (eh ini kayaknya ke mix sama Showcase I AM sebelumnya deh haha sorry), persepsi mereka tentang keberhasilan BoA, dan juga persepsi mereka tentang go international (oke fix, ini reviewnya ke mix!)

Emang sih karena aku tau darah fangirl ini sudah terlanjur mengalir ditubuhku, jadinya aku ikut gemes-gemes gitu liat layar bioskop. Banyak banget yang teriak histeris kayak cewe-cewe yang emang niat nonton, pake atribut-atribut gitu mereka, semacam varsitynya kampus apa ya… terus ada yang pake baju suju, snsd, shinee, f(x), ahh yagitu deh heboh pokoknya. Tapi akhirnya aku teriak juga saat ending sampe pengen nangis…… EXO sama sekali ngga ada di film itu, tapi endingnya ada video EXO lagi latian nari! MAKJANGG come to noona, babiess :*

Disini ga keliatan video dokumentasi yang merekanya emang bener-bener setres (kayak rumor-rumor yang beredar), dimana mereka jadi robot yang ditrain bertahun-tahun untuk menghasilkan uang, jadwal mereka yang bener-bener padet sampe ga ada waktu untuk istirahat. Pressure dari persuhaan yang ditampilkan sama sekali tidak ada. Hanya bagaimana mereka berusaha keras untuk mencapai mimpi tersebut dan SM membantu mereka untuk mencapainya. Ada adegan Donghae pelukan sama Lee Soo Man juga loh!

Klarifikasi tentang gosip yang beredar seputar SNSD yang agak murung dan kurang profesional saat diwawancara oleh salah satu stasiun TV di New York, seakan-akan terjawab oleh film I AM ini, kalo diantara mereka ada yang sakit, aku lupa siapa yang sakit. Tapi ga ada sama sekali berita kemana Amber waktu itu, waktu aku kenal f(x), aku taunya cuma 4 orang aja, dan ternyata aslinya 5 orang. Begitu pula dengan apa yang bisa menyebabkan DBSK pisah jadi 3-2 kemudian di allkpop heboh2 lagi ada rumor mau nyatu lagi? Juga tentang Hangeng dan Kibum (?) yang keluar dari Suju. Atau rumor yang dibilang Kangin tuh nakal banget makanya disuruh masuk wamil duluan. Atau rumor-rumor semacam kisah cinta (YANG WALAUPUN AKU SANGAT GA SETUJU) antara Taec-Jessica. Itu gimana sih ceritanya?

Hem, ga ada cerita cinta disini. Sayang banget. Hahaha. Ya padahal bisa kali cerita-cerita aja. Cerita doang gitu. Kan kita juga pengen tau. Tapi untungnya disini ada cerita tentang teman dan persahabatan, dimana Leeteuk dan Eunhyuk pulang berdua naik bis dan Leeteuk nyuruh Eunhyuk bayar, dan juga cerita persahabatan lain yang menurutku menjadi poin plus juga di film ini.

Menghabiskan IDR 130.000 untuk sebuah film dokumenter, apalagi tentang artis korea, di hari pertama premier, di jam pertama premier, di negara pertama premier, (FYI: katanya Indonesia merupakan negara yang menayangkan I AM pertama, katanya..) mungkin dirasa kurang wajar oleh sebagian dari kalian. Tapi bagi aku hal itu wajar, haha maaf ya aku udah keterlaluan sukanya. Tidak ada penyesalan karena aku bisa melihat video Eunhyuk besar dicombine dengan Eunhyuk kecil dance bersama dalam satu frame segede layar bioskop 😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s