Teater Epik vol.4: Mendiang Republik

Mendiang Republik, pementasan Teater EPIK yang keempat, mengusung nasionalisme sebagai tema utama. Lakon ini hendak memperbincangkan (mempertanyakan?) konsepsi “negara dan merdeka” yang tercacah atas berbagai perspektif kesejarahan dan kekiniannya. Cerita dibangun atas fragmen-fragmen imaji atas narasi perjalanan Sang Republik, yang pada lakon ini digambarkan sebagai seorang Kakek. Kisah dimulai dari cerita Sang Republik mengenai era Sumpah Pemuda, bergerak ke masa Kemerdekaan, lalu Reformasi, hingga akhirnya jejak di masa kini. Tiap masa digambarkan secara berbeda namun tetap dalam benang-merah pertanyaan yang sama : “Apa itu negara? Apa itu merdeka?”. Sorotan konflik pun tidak melulu mengenai persoalan dari Sang Republik yang biasanya umum dibahas dari sudut pandang mahasiswa, Mendiang Republikpun menyorot sisi-sisi romantik, yang terkadang jarang tersentuh. Penambahan unsur kejenakaan pun menjadikan penuturan secara keseluruhan tidak dogmatis, ‘nasionalisme’ yang diperbincangkan pun menjadi lebih ‘terbuka’.

Berbeda dibanding teater-teater EPIK sebelumnya, naskah kali ini berhasil dieksplorasi lebih jauh hingga mendekati bentukan teater sebagai seni pertunjukan. Dalam artian, teater kali ini ramai akan eksplorasi bentuk. Tidak hanya menonjolkan seni peran, koreografi, dan tata panggung, bentuk-bentuk artistik pun dikejar melalui berbagai media : video, gambar, musik, juga suara. Penjelajahan interpretasi pun mencapai pada titik pengisian fragmen dengan aksi-aksi pertunjukan secara massal. Sehingga pada kemasan akhirnya, pementasan kali ini terasa lebih ‘dekat’, ‘jauh’ dari label teater yang terkesan kaku dan berat, ataupun menggurui.

Rasanya tepat jika Mendiang Republik,yang akan dipentaskan 27 Mei mendatang di Teater Tertutup Dago Tea House, menjadi wahana hiburan baru : sekemas pengalaman asik yang juga menawarkan ruang untuk sejenak merenung kembali.

 

Info Lebih Lanjut :
@majalahEPIK

 ——

Nah, begitu deh Press Releasenya. Hehe.

Dimata saya, teater epik memiliki ciri khas sendiri. Sebenarnya saya baru menonton satu kali sih, tapi menurut saya teater ini menarik. Saya sendiri tidak punya pembanding sebenarnya kecuali teater2 musikal yang ada di youtube. Jadi kalo mau ditanya soal seberapa bagus sih teater epik? Saya bakal jawab bagus sekali, soalnya habis nonton teaternya saya jadi mikir. Fenomena yang dibawa epik ke permukaan ya fenomena masa kini, cuma penyajiannya aja yang berbeda.

Akting2 dari aktor dan aktrisnya pun baik. Sekali lagi saya tidak punya pembandingnya kecuali artis2 sinetron. Tapi kalo ditanya seberapa membekas akting mereka, saya akan jawab membekas sekali. Satu aktor, yang latar belakangnya adalah mahasiswa, bisa memainkan dua peran sekaligus yang saling berlawanan.

Sebelumnya, saya lebih sering membaca majalahnya ketimbang menonton teaternya, tapi setelah menonton teaternya, saya ingin kembali menontonnya. Apalagi setelah melihat script-nya. Saya jadi penasaran bagaimana akting mereka dalam memerankan tokoh-tokoh sebelum kemerdekaan. Dan pertunjukkan teater Mendiang Republik ini akan di adakan di Dago Tea House yang berarti akustik pertunjukannya akan lebih bagus dari sebelumnya.

Ayok yuk, kita nonton bareng-bareng tanggal 27 Mei 2012 nanti. Tiket udah bisa dipesen di tempat-tempat dan contact person yang tertera di poster 🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s