Mereka adalah manusia-manusia yang berasal dari rahim ibu-ibu yang hebat.

Mita Aprianti. Gadis berukuran kecil, bisa dimasukin ke saku, selalu terbayang ada backsound soundtrack film kartun setiap gue melihatnya.

Gharda Derrian Tradewa. SESUATU bagi gue. Ganteng-ganteng tapi takut dibacok oleh jamaah aliran tertentu. Manusia yang paling gue #kode-in. Kepintaran dan kegantengannya minta pengen dibekel dibawa pulang dikasih air keras diawetin terus jadiin pajangan di rumah.

Mediane Nurul Fuadah. Hobi menyia-nyiakan kepintaran. Cih. Pih. Tapi paling loveable. Ehm, ini dibayar.

Fuadi Noor Ahmad. Menyangka peach adalah sawo. Selalu out of topic. Penuh dengan ide-ide absurd seperti flying fox dari Tangkuban Parahu sampai GKU Timur dengan akses WiFi penuh.

Pebi Pratama. Baik. Hidup sesimpel kuliah hanya membawa binder, jika dosen tidak galak memakai sendal saja sudah lebih dari cukup.

Fareza Wahyu. Selalu ada humor. Sudah pernah masuk TV. Selalu muntah jika gue kirim emot cium :*, padahal dalam hati senang.

Tivani Kamalia. Penuh dengan keceriaan. Mengisi waktu senggang dengan membuat hasta karya. Baru saja berulang tahun. Dan hubungan dengan pacarnya tidak jelas.

Puspita Wahyuningsih. Cantik. Banyak yang suka. OTAK GESREK.

Dea Chantik Manisella. Berat 43 kg. 10 kg tulang. 33 kg inner beauty.

Nabila Putri Karimah. Behave. Diam-diam kejam dan picik.

Tika Mustika. Friendly. Sayang semua. Sudah memiliki pacar namun tetap memperebutkan Gharda. (foto ini tika yang ambil)

——-

Without friends no one would choose to live, though he had all other goods.

-Aristotle

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s