A letter to someone I will never forget.

Proyek menulis surat ini rame juga ya 😀 haha mau nulis tentang seseorang yang gak akan pernah gue lupain. Kalo ngomongin soal orang yang gak akan pernah gue lupain ya jawabannya Ibu, Bapak, dan Kakak-kakak. Ehm, tapi, gue akan coba menulis surat untuk orang di luar keluarga gue, teman baik tepatnya, namanya Pravitasari. (eh, halo ita 😀)

Sebelumnya, saya akan menjelaskan terlebih dahulu siapakah Pravitasari?

Pravitasari, atau Ita, adalah manusia berjenis kelamin perempuan. Doi menuntut ilmu di Jurusan Psikologi Universitas Indonesia. Hobinya menulis dan foto-foto. Gue kenal Ita saat kelas 1 SMA. Tepat di mana setelah insiden gue dapet sms gambar dua ekor kucing menatap rembulan dengan tulisan “Selamat belajar ya!” dari seorang cowok berinisial K, gue menjadi semakin dekat dengan Ita karena ternyata dia juga mendapat sms yang sama. (Dasar cowo, ga tau ye kalo cewe suka curhat-curhat?! Ketauan kan lu p.l.a.y.b.o.y.b.o.y. GAK GAK GAK KUAT GAK GAK GAK LEVEL #tangankeataskebawah)

Saat itu gue dan Ita gak terlalu deket sih, cuma teman seperjuangan Latihan Kepemimpinan Siswa aja. Pernah menghayal mengacungkan tangan di depan Ketua LKS saat itu untuk… “Saya, Dea, LS015, izin menyatakan cinta. Haha kami sama-sama ngefans ketua LKS. Yaudah yuk skip ini mah ga penting.

Saat kelas 2 SMA, gue dan Ita sama-sama OSIS. Mulai deket lah ya gara-gara rapat OSIS dan lain-lain. Doi juga mulai punya pacar. Gue juga sama. Punya pacar. Tapi khayalan.

Kelas 3 SMA, gue dan Ita ditempatkan di satu kelas oleh sekolah. Sungguh kelas itu adalah kelas jahanam haha. Kelas terkejam tapi rame. Tukang ngerjain guru dan tukang mabal, yah walaupun mabalnya cuma ke bazzar. Ngok. Saat mendekati UAN, gue dan Ita memutuskan untuk ngekos bareng. DAN SEKAMAR BERDUA. Tentulah semakin dekat. Unyu unyu ucluk ucluk fufufufu :3

Ita adalah sosok sahabat yang sangat baik dan bijak bagi gue (mangga Ta, silahkan ngapung). Nyokap dan kakaknya Ita juga baik ama gue.

Walaupun kadang kami mengalami cobaan yang sama, gue rasa Ita orangnya lebih tabah. Kalo gue curhat, Ita ga pernah ngeguruin. Ita selalu memberikan sudut pandangnya didukung teori-teori psikologi atau buku kartini atau buku filsafat kayaknya mah, karena itu, gue jadi merasa lega kalo habis cerita sama Ita.

Dea selalu berharap Ita tetap menjadi Ita. Jangan jadi Ito. Ito mah adik kelas kita. Koak. Ita rajin-rajinlah menuntut ilmu, dikurangilah tingkat kegalauannya. Seneng deh sekarang Ita udah jadi wartawan SumaUI.

Ayo mari tetap menjalin silaturahmi dan berteman dengan baik sampai ada yang mengakui kita sebagai tulang rusuknya yang hilang, sampai maut memisahkan kita. Selalu sebarkan kebaikan dan manfaat ke semua orang di sekitar Ita.

Jagalah mamah, Ta. Seperti Ita menjaga hati Ita dari cowo-cowo. ASIK.

Semoga Ita selalu dilindungi Allah. Amin 😀

The best high school selca! Gaya-gaya bakal di-add friendsternya. Yuk maree.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s