A letter to someone I miss.

Hari ini, 11 Mei 2011 adalah hari dimana tepat 2 tahun Ibu meninggal.

Rasanya ingin kembali ke masa dimana Ibu dan saya bisa menghabiskan waktu bersama.

Tidak ada yang dapat saya ungkapkan hari ini selain:

SAYA RINDU IBU,

image

Saya, Ibu, dan Kakak perempuan saya

Mungkin saya memang cengeng, terlihat dari banyaknya tulisan saya mengenai Ibu. Saya hanya mengenal Ibu selama 17 tahun, tidak banyak jika dibandingkan dengan kakak-kakak saya dan Bapak. Saya tau betapa mereka lebih pantas merindukan Ibu ketimbang saya.

Maafkan saya yang selalu menyalahkan keadaan bahwa karena sudah tidak punya ibu-lah saya jadi sering mengeluh, saya jadi malas, akademik saya jadi turun. Maafkan saya karena selalu menyalahkan Bapak karena Bapak tidak bisa seperti Ibu. Maaf karena anakmu ini belum bisa berpikir dewasa.

Memang Bu, kekuatan terbesar bagi saya adalah support dari Ibu. Namun, jika saya selalu berpikir seperti itu, artinya saya egois. Sekarang giliran saya yang mensupport Ibu. Selalu memanjatkan doa agar Ibu senantiasa diberi nikmat kubur 🙂

Ya Allah ampunilah dosanya, sayangilah dia, maafkanlah dia, sehatkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah kuburannya, mandikanlah dia dengan air es dan air embun, bersihkanlah dari segala kesalahan sebagaimana kain putih bersih dari kotoran, gantikanlah untuknya tempat tinggal yang lebih baik dari tempat tinggalnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya dan peliharalah dia dari siksa kubur dan siksa neraka.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s