A letter to someone I like.

Halo.

Sekarang saatnya saya menulis surat untuk kamu.

Untuk pria yang sering saya lihat di setiap Rabu siang.

Mungkin kamu tidak sadar jika saya melihatmu kemudian dengan cepat menundukkan kepala saat kamu balik melihat saya. Saya pernah dengan tololnya tidak sadar bahwa kamu adalah orang yang mengantri di belakang saya saat membayar makanan di kasir kantin. Dengan tololnya menyia-nyiakan waktu yang ternyata jika saya pikir-pikir lagi, kenapa saya tidak mengajakmu berkenalan secara formal?

Ternyata sesakit itu rasanya saat tau kamu sudah tidak mau mendengar racauan tidak jelas saya. Maaf jika saya terlalu cepat menyimpulkan. Maaf jika saya memang seannoying itu. Maaf.

Tapi ternyata dengan kamu berperilaku seperti itu, kamu membangkitkan semangat saya untuk kembali ke realita, untuk tidak selalu mengharapkan kehidupan seperti novel, yang bermula dari hal yang aneh dan berakhir bersama bahagia selamanya.

Terimakasih untuk membuat pria itu menjauhiku, Tuhan. Terimakasih untuk mempersilahkan aku mencintai-Mu lebih dulu Tuhan. Terimakasih telah menjaga hatiku sebelum aku larut lebih dalam dengan khayalan-khayalanku 🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s