saya Dea, jurusan.. em.. Industri!

Baru aja sebulan saya pindah ke Manajemen Rekayasa Industri. Saya asalnya jurusan Teknik Industri. Ngisi PRS bersama 40 temen lainnya di tanggal terakhir batas PRS. Bolak-balik comlabs buat ngeprint KRS dan bolak-balik TU TI minta tanda tangan Pa Ari. Alhamdulillah semuanya lancar. Saya resmi jadi mahasiswa jurusan Manajemen Rekayasa Industri Institut Teknologi Bandung angkatan pertama se-Indonesia.

Tapi saat awal-awal masuk MRI, saya bingung kalo kenalan. Umumnya anak kampus, kalo diajak kenalan ya nama dan jurusan. Kalo bilangnya “MRI” reaksi temen kampus sendiri malah bilang “Hah? Apa tuh?” Panjanglah ceritanya saya menjelaskan bahwa MRI adalah jurusan baru blablablabla.. bedanya sama TI blablabla.. Kerasanya males, buang-buang waktu. Jadi untuk mempersingkat waktu saya bilangnya TI. Karena mungkin mereka udah tau TI itu singkatan dari apa walau mereka gatau TI itu seperti apa.

Seiring berjalannya kuliah, saya makin bersyukur masuk MRI. Bukan karena bisa ninggalin Logika Pemrograman di TI, bukaaan. Tapi karena saya yakin bahwa minat saya emang disini.

Dulu, waktu SMA, saya ikut psikotes untuk pemilihan jurusan saat kuliah nanti. Saya disarankan untuk mengambil psikologi, manajemen, ilmu komunikasi, dan jurnalistik (HI/sastra). Hooo ini sih bye and die. Orang tua saya maunya saya masuk ITB atau jadi dokter. Karena takut darah, saya maunya masuk ITB aja deh ya biar aman (walaupun kenyataannya ga ada aman-amannya). Tapi, emang ada jurusan manajemen di ITB? Ada sih, tapi mahal. Ga mampu. Mampu sih, tapi ga makan seumur hidup. Haha. Karena galau luar biasa, saya konsultasi ama psikolognya (ayahnya teh rara). Katanya, kalo mau masuk ITB, saya harus ambil TI. Ga bisa yang lain. Karena diragukan saya bakalan survive disana. OKEDEH MARIKITA TI!

Setelah masuk TI, saya ditawarkan pilihan lain sama Pa Ari. Yaitu MRI ini. Kalo bahasa sundanya sih Engineering Management. Berbekal bujuk rayuan dari Inay dan solat istikharah, saya memutuskan: OKEDEH MARIKITA MRI!

Dan kuliahnya gimana? MENYENGANGKAN! Alhamdulillah.

Mulai dari Prinsip-prinsip Manajemen yang kayak training kepemimpinan, Pengantar Manajemen Rekayasa yang penuh cerita tentang inovasi-inovasi, Estimasi Biaya yang tetot banget karena seharusnya kita belajar Pengantar Akuntansi dulu, lalu Statika yang kayaknya saya bye and die lagi ini mah. Hahaha. Tapi semuanya saya suka kok. Oke ralat, agak-agak suka. Ehm, ralat lagi belum suka, ralat terakhir deh HARUS SUKA!

Kemarin, kebetulan saya diberi kesempatan sama Yang Maha Kuasa buat ketemu langsung sama Kang Fiki, Program Director BCCF, owner Airplanesystm, dan 5 perusahaan kecil lainnya. Bisa sharing dan berbagi ilmu dengan beliau tentang industri kreatif membuat saya (dan Inay si sahabat akademis dan non akademis) semakin semangat ngerjain tugas-tugas mata kuliah MRI (haha ini bercanda kami belum sesemangat itu ko. Ini namanya sugesti positif demi cita yang gemilang).

Dan sekarang, kalo kenalan sama orang, saya bilangnya:

“Dea Chandra, jurusan Manajemen Rekayasa Industri”

Insyaallah saya bisa mengaplikasikan ilmu saya. Pengen deh jadi orang yang haus ilmu terus. Amin amin. Rabbi zidni ilman warzuqni fahma.

Selamat belajar 🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s