080910 ♥ si tanggal cantik

Ada apa dengan 080910?

Tanggal cantik ya? Haha iya, emang cantik banget. Bikin pengen jadian haha. Nahloh!

Dimulai dengan pagi yang produktif. Mencuci baju dan menulis cerita. Habis itu pergilah gue bersama Natasya Denaya Pasha, sahabat abadi sepanjang jaman susah dipisahkan.

Bertemulah kami di Jonas Brader karena gue pengen nyeken roll si yellow octopus bernama Yeti tersayang. Iya, nama octopus gue Yeti singkatan dari Yellow Octopi. Naon. Hahaha. Entah sayton dari mance, gue pengen potoboks. Alhamdulillah Denden paham kelakuan gue dan jadilah kita potoboks. Mulai dari senyum, merem, gayagaulanakSMP, dan backgroundnya jatuh. Ya maaf itu background ampe jatuh gara2 seneng banget udah lama ga potoboks. Hahaha.

Gigi gue nyengir semua serem ya haha

Sehabis fotobox, kita belanja kaos polos ke vilour dipati ukur. Denden beli kaos pink untuk pendidikan LFM nanti tgl 19 september. Dia bingung banget mau pake baju apa, soalnya dress codenya setan. Udah gue saranin kepadanya untuk memakai tank top dan hot pants aja, jadi setan bitch hahaha. Tapi dia gamau katanya takut banyak yang suka. Dia pengennya jadi setan babi. Gue juga gatau kenapa dia mau jadi setan babi. Babi kan haram, seharam Ichi jadi putih.

Selanjutnya jam menunjukkan pukul 16.30. Sudah sore dan di luar hujan deras. Tapi karena hasrat kami yang menggebu-gebu untuk beli jegging biar nilai kegaulan kami meningkat satu poin, kami menembus hujan deras di luar sana.

Kami pun naik angkot Cicaheum-Ciroyom yang kami kira itu Cicaheum-Ledeng. Yasudahlah, berbekal pulsa secukupnya dan BlackBerry baru (haha eaaa) gue pun menelepon dan memBBM orang yang sekiranya bisa menunjukkan arah kemana kami harus melangkah agar sampai di BTC dengan selamat tanpa kurang satu rambutpun. Alhamdulillah, ada yang memberi tau.

Sampailah kami di BTC. Niat satu: jegging. Niat dua: jeans. Niat tiga: legging pink huahahaha. Muter-muter satu jam. Belum melihat yang pas ukuran dan harganya. Kadang ukurannya pas harganya engga. Harganya ada yang pas, ukurannya engga. Pajaaah.

Kebetulan saat itu Denden minta dibawakan soal-soal tutor TPB yang sudah tidak gue pakai lagi. Itu berat kalo dibawa kemana-mana kawan. Belum lagi sebelumnya kami sudah membeli kaos. Muncullah ide setan babi Denden.

Denden : Deiy, disini ada Gramed gasih?

Gue : Kayaknya sih ada. Kenapa?

Denden : Titipin di Gramed ajalah.

Gue : Wah kebetulan sih gue juga pengen beli buku.

Berputar-putarlah kami mencari Gramedia di BTC. Sampai akhirnya.. ketemu! Tapi Karisma, bukan Gramed.

Gue : Den, mampus ini Karisma. Kecil. Kalo kita kabur keliatan.

Denden : Yaudah masuk dulu aja.

Gue : Den, lo beli apa kek. Pensil 2B gitu. Atau engga, kita kaburnya pas mbak-mbaknya lagi madep belakang.

Akhirnya, opsi kedua yang kami pilih. Kabur saat mba-mbanya madep belakang. Hahaha. WEEEE ARE THE CHAMPION MY MEEEEN JENG JENG JEEENG.

Kami pun berputar-putar lagi mencari toko yang menjual jegging. Sampai akhirnya, terlihatlah satu toko yang agak besar. Terlihat balon kaki yang sedang memakai jegging dipajang dalam toko itu. Kami pun mengucap syukur yang berlimpah. Datang ke sana, ternyata sedang sale! Wohooo! Tapi yang namanya sale pasti barangnya ditumpuk gitu banyak banget. Jegging-jeans menjadi satu di sana.

Kesabaran kami pun diuji. Pertama-tama kami harus mencari ukuran yang pas. Pastinya pasti pagoda. Naon haha. Kami harus sabar dan taat pada pendirian. Tentu saja harus bolak-balik kamar pas. Tapi sayang, sampai azan magrib berkumandang, kami belum menemukan celana yang pas. Buka puasalah gue di sana. Denden sih lagi ga puasa. Kan dia setan babi haha.

Hampir dua jam bolak-balik kamar pas, akhirnya gue menemukan celana yang gue inginkan. Sayang, Denden baru dapet jegging. Jadinya gue ngebantuin Denden nyari jeans yang tepat.

belanja belanji fotofoto pake disderi

Namun sesuatu tiba-tiba terjadi. Bapak-bapak Cina di sebelah Denden heboh nyuruh anaknya cepetan keluar dari toko itu. Gue bingung, Denden juga. Panik. Ada apa ini? Saat gue melihat keluar toko, semua orang berhamburan turun eskalator untuk keluar dari BTC. Salah seorang dari mereka berteriak “Kebakaran!” Innalillahi astagfirullah kebakaran. Gue panik panik banget. Jangan sampe kulit gue tambah gosong. Jangan sampe gue mati di sini. Belum pernah beli crocs woooy! Huhuhu.

Gue pun melihat tas belanjaan gue. Perjuangan 2 jam mencari jegging dan jeans ini masa harus berakhir begitu saja. Denden menatap gue. Kami sedih. Haruskah kami merelakan ini?

Gue : Aduh, Den gimana ini den kebakaran.

Denden : Gue juga bingung, Deiy. Gimana dong?

Gue : Tapi lo baru dapet jegging aja ini. Gue udah 2. Tinggal bayar. Bayar sekarang aja gitu?

Denden : Aduh, gue jegging dulu aja gitu.

Gue : Den.. ini kebakaran Den. Huhu gimana dong?

Denden : Ah yaudahlah yuk.

Kami pun melemparkan tas belanjaan kami ke tumpukan kemeja di seberang tumpukan jeans. Mampir ke Karisma mengambil titipan, untunglah si mba-mba Karismanya juga sedang panik sehingga ga sadar bahwa kami si penitip-barang-yang-ga-beli-apaapa-di-Karisma.

Kami pun berlari heboh turun dari eskalator. Ngos-ngosan, laper, belum makan. Kami ke arah basement. Semua motor, mobil, saling berebut ingin keluar duluan. Kami pun sebagai pejalan kaki yang memiliki rasa tenggang rasa yang tinggi memberi jalan untuk mereka. Bunyi klakson menghiasi malam hujan deras yang super hectic. Dengan tergesa-gesa kami mengeluarkan payung dari tas kami masing-masing. Kami menyusuri parkiran menuju sebuah gerbang yang terlihat.

Saat sudah dekat gerbang, OH NYOOONG. Itu gerbang belakang, bukan gerbang depan, yang mana kami sama sekali tidak tahu menahu soal jalan yang ada di belakangnya. Pasrah. Kami pun berteduh saja di pos satpam bersama beberapa orang lainnya. Kebanyakan wanita di sana. Seorang mba-mba mengajak gue untuk berbicara.

Mba-mba : Teh, tadi kebakarannya dimana?

Gue : Hee.. ga tau mba tadi saya cuma ikut-ikutan keluar aja. Soalnya semuanya pada heboh keluar. Toko-toko juga pada cepet-cepet tutup.

Mba-mba : Iya, aku juga sama teh. Ikut-ikutan keluar da aku teh kerjanya di basement jadi ga tau apa-apa. Tadi pas denger kebakaran langsung aja keluar.

Gue : Oh.. Hehehe.. (bingung mau ngomong apa)

Sekitar lima belas menit kami di sana. Bingung karena di pintu masuk mall orang-orang santai-santai saja. Bingung dimana kebakaran itu berada. Logikanya sih setiap mall pasti punya pancuran air gitu kan ya buat mengatasi kebakaran? Ada tabung yang bisa dipecahin kacanya juga kan kayak yang dipelem2?

Dengan segenap keberanian Limbad kami masuk lagi ke BTC. Bukan karena tidak takut api, tapi karena kami percaya pada hati kami bahwa apa yang telah diperjuangkan harus dipertahankan. Naon haha.

Sampai lah kami di toko itu. Lalu mba-mba yang sedari tadi sudah bersahabat dengan kami, membantu mencarikan jegging dan jeans untuk kami terlihat terkejut.

Gue : Mba, kantong belanjaan kita masih ada kan?

Mba-mba : *bingung*

Gue : Isinya 2 jegging ama 1 jeans

Mba-mba : Oooh.. ada.

Subhanallah, berasa ada backsound “TADAAA!” saat mba-mba tersebut mengeluarkan tas belanjaan kami. Di hadapan kami, dua remaja seumuran kami pun tertawa melihat muka panik gue dan Denden. Tapi rasa malu tinggallah kenangan, kini kami telah mendapatkan hak kami lagi. Sementara Denden memilih jeans lagi karena masih penasaran ingin membawa pulang minimal satu buah jeans, gue mengajak ngobrol mba-mba toko tersebut.

Gue : Mba, tadi tuh sebenernya ada apa sih? Kok pada keluar.

Mba-mba : Oh itu teh, ada AC bocor *muka super santai*

Gue : AC BOCOR? HAH?

Gue : DEN TADI TUH AC BOCOR DONG FAK BUKAN KEBAKARAN NYONG NYET. AH SIAL. HARUS APDET STATUS TWITTER DULU! CAPE PISAN LAH LARI-LARI DI TENGAH KEHUJANAN.

Denden : Hah? Anjirlah fak pisan. Gue pengen liat muka orang yang pertama bilang itu kebakaran lah. Hahahahaha.

Gue : Iyalah freak pisan pasti. Terus orang-orang pada percaya lagi ampe toko-toko pada tutup. Kasian lah yang naik motor hujan-hujanan keluar dari sini. Parahlah. Parah pisan huahahaha. Hoax yang rame.

Denden : Haha hari ini aneh pisan lah. Aneh.

Gue : Kasian bapa-bapa Cina tadi, Den. Prihatin gue mah.

Denden : Iya, sekeluargaeun lah itu mah lari.

Gue : Ah sial, tanggal cantik begini bukannya jadian malah dikerjain.

Sejak saat itu pun gue dan Denden heboh masang status di twitter. Haha eksisss. Gak bisa berhenti ketawa dan tetep pengen liat muka orang yang pertama kali bilang itu kebakaran. Ketawa karena kebodohan kita yang ikutan panik padahal satpamnya aja tenang-tenang aja. Bodoh karena muter-muter turun eskalator lewat basement padahal sebenernya kalo mau keluar BTC tinggal lari lurus terus beres. Parah.

Akhirnya, Denden dapet jeans. Kamipun senang. Karena senang, kami harus makan. Haha sok2 disambung-sambungin.

Tapi dari semua keanehan yang ada, gue tetap mengucap Alhamdulillah, di tanggal cantik ini masih dikasih pengalaman aneh bin ajaib yang takkan terlupakan bersama si setan babi Natasya Denaya. Hehe. Love you sobb!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s