cerita OSKM!

Aloha! Setelah pagelaran LSS, apa yang terjadi dengan nona manis bernama Dea Chandra Marella ini?

Kita mulai saja ceritanya yukyuk!

INKM atau OSKM adalah program orientasi KM ITB kepada maba. Ya intinya begitu deh.

Sebelumnya, para 2009 yang mau daftar jadi panitia harus mengikuti diklat. Ada diklat terpusat dan diklat divisi. Diklat terpusat berisi materi-materi dasar yang sebagai panitia OSKM kamu harus memilikinya. Sedangkan diklat divisi lebih mengarah ke pembahasan skill-skill yang harus dimiliki seseorang di divisi itu.

Sekilas tentang diklat taplok (tata tertib kelompok) yang gue jalani. Materinya kebanyakan tentang psikologi dan komunikasi. Kadang-kadang diselingi guyon asik ala taplok haha. Apalagi kita punya yel-yel satu album. Mulai dari album korea layaknya SNSD sampai original soundtrack layaknya Wiro Sableng 212.

kelompok 22 diklat divisi: cedera aw-aw (itu Husni nimbrung foto haha)

Tapi, kelompok diklat terpusat gue juga ga kalah seru. Ketuanya namanya Rochvi Dewanto, kerjaannya ketawa mulu. Bikin gue pengen nyium (pake bakiak mushola). Diklatnya seru, apalagi bagian kemahasiswaan. Kita disuruh pura-pura jadi calon presiden kabinet dan calon MWA wakil mahasiswa, terus ada tim suksesnya gitu. Waktu itu gue jadi tim suksesnya “RONA” Rochvi-Nazar, dengan slogan “Indonesia terbakar”. HA HA.

Setelah itu banyak sekali halang rintang yang menguji OSKM. Mulai adanya kesulitan birokrasi sampai ada tuduhan bahwa calon panitia yang meninggal itu gara-gara OSKM. Diklat pun sempat dihentikan beberapa hari. Tapi alhamdulillah, dengan kesabaran dan semangat juang yang tinggi, para pendiklat dan peserta diklatpun memulai persiapan untuk menyambut mahasiswa baru.

Simulasi demi simulasi dengan berbagai keadaan kami lewati sampai akhirnya gladi resik untuk hari-H pun dilaksanakan. Alhamdulillah semuanya lancar, walau pada acara pelantikan panitia lapangan gue ga bisa ikut dikarenakan terkapar di RS Borromeus karena radang tendon yang menimpa kaki gue.

Di hari H-nya sendiri, pagi-pagi jam 4 gue udah mesti bangun. Ngebut ke kampus. Kentut2 akibat masuk angin, gabut karena si kamu kamu kamu lagi, lalu pulang. Sempat terjadi beberapa peristiwa yang ga akan pernah gue lupain di 5 hari itu. Gue belajar untuk bisa menyuarakan apa yang gue rasakan, berusaha melihat satu masalah dengan berbagai macam sudut pandang, dan yang jelas yang ga akan gue lupain adalah rasa senang saat memiliki temen-temen yang selalu ada untuk berjuang mencapai tujuan bersama.

Senangnya punya adik-adik unyu di kelompok 72 yang hobbynya nongkrong di apartemennya Annisa Larasati. OSKM mengajarkan gue bagaimana seharusnya mahasiswa bersikap. Jujur, disini gue loh yang banyak belajar, baik dari kepanitiannya maupun dari hasil sharing bareng adik-adik 72!

Lokasi: Dago Butik, Simpang Dago.


Closing OSKM 2010 di Sasana Olahraga Ganesha.

UNTUK TUHAN, BANGSA, DAN ALMAMATER 🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s