11 Mei 2009 – 11 Mei 2010

11 Mei 2009, 21.30.

Aku terbangun malam itu, tanpa air mata, dan berjalan menghampirinya. Melihat wajahnya yang bersinar, mengecup keningnya untuk terakhir kali. Tak ada suara isak tangis, hanya berpikir bahwa dia sedang tidur. Dia yang akan bangun sepertiga malam esok, memanjatkan doa kepada Tuhan untukku, membangunkanku di pagi hari, membuatkanku sarapan pagi, dan menyambut ku pulang di sore hari, lalu seperti biasa, menemaniku malam hari, mendengarkan ceritaku, dan mengantarku tidur di malam hari.

Hanya ada satu rasa dalam hatiku.

Rasa itu jelas.

Belum ikhlas.

11 Mei 2010, 21.30.

Hanya senyuman dan beribu doa kupanjatkan untuknya.

Berilah ia tempat terindah disisi-Mu. Sayangilah ia seperti ia menyayangiku sewaktu aku kecil. Lapangkanlah kuburnya, dan berikanlah ia nikmat kubur yang berlimpah. Biarkan malaikat-malaikat menjadi penjaganya. Katakan padanya bahwa aku tidak akan membuatnya menyesal memiliki anak sepertiku.

Kali ini tetes air mata turun satu per satu membasahi pipiku.

Sangat jelas kini.

Aku ikhlas.

image


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s