my oldest brother

namanya Didi Kusmayadi. sunda style sekali, awalan Di dan akhiran Di. dia adalah kakak tertua gue. lahir pada tanggal 28 Mei 1973. haha. jauh banget umurnya ama gue. waktu gue lahir, umur dia 18 menuju 19 tahun, lagi kuliah jurusan teknik informatika di salah satu perguruan tinggi yang amat swasta. haha.

waktu gue SD, dia yang paling suka anter jemput gue. kakak banget lah pokonya. dia bertanggung jawab banget waktu Bapak sama Ibu naik haji. waktu itu gue sakit gejala tipes. dan dia yang ngerawat gue.

dia dipanggil Kakak ama seluruh keluarga gue. sebenernya panggilan dia adalah Asep. aneh banget Asep. kata Bapak, dulu Kakak sering dipanggil Kasep (bahasa Sundanya cakep/ganteng) sama Bapak. lama-lama jadi Ka Asep. haha maksa banget. aneh.

waktu gue SMP, dia udah kerja. kerjanya masih belum tetep masih jadi trainer di sana-sini, tapi kalo ga salah, dia pernah kerja di suatu perusahaan gitu. tapi karena suatu peristiwa, Kakak keluar dan menjadi trainer lagi. sekarang, Kakak udah menjadi guru di salah satu sekolah swasta di Bandung. Kakak mewarisi darah guru dari Opa dan dari Ibu.

seperti manusia normal lainnya, Kakak mempunyai sifat buruk dan sifat baik haha. menurut gue sifat buruk Kakak adalah kurang bisa mengendalikan emosi. jadi, kalo moodnya lagi jelek dan diganggu, dia bakalan marah. dan marahnya EB banget.

pernah suatu hari dia marah gara-gara sesuatu hal dan dia malah nyalahin dirinya. dia jedot-jedotin pala nya ke tembok sambil bilang “Asep emang gak berguna!” haha. EB banget. gue suka ikutan sedih sih, tapi bodor weh. haha. BETAPA SINETRONNYA KELUARGA GUE.

sifat baiknya adalah dia mau ngajarin gue apa yang gue gak bisa. berhubung dulunya dia kuliah di jurusan teknik informatika, dia mau ngajarin gue komputer, ngedit foto, bikin video, internet, yang gitu2 deh. haha. terus kalo misalnya gue ulangan komputer dan gue ga tau jawabannya, gue sms dia, dan dia bales. yeah! licik sih.. tapi ya tetep we dia baik.

Kakak EBnya aneh. dia EBnya serius. haha. gimana ya? EB tapi serius.

baiklah. ini adalah contoh percakapan EB yang serius. percakapan ini terjadi saat makan malam.

gue : wau. ini makanan apa namanya? sambil nunjuk makanan yang gue beneran gatau namanya apa.

kakak : itu namanya kulit

gue : ohh yaya kulit sapi kan?

kakak : bukan, itu kulit tempurung kura-kura

gue : haha. lebay ah.

kakak : eh, jangan tertawa. ini serius. jadi kulit kura-kura itu di rebus selama 300 tahun.

gue : 300 tahun? bukankah 30 tahun juga cukup? gue mulai mengikuti permainan kakak gue

kakak : tidak. 300 tahun tepatnya. saya sempat mempelajari ini di salah satu perguruan tinggi di luar negeri sana untuk membuktikan bahwa makanan ini tidak berbahaya

gue : hahaha.

kakak : eits, jangan tertawa. sebenarnya makanan ini telah dicampur dengan sedikit belerang yang diambil dari tempat yang sangat kuno

gue : apakah stronsium juga ada?

kakak : tenang, stronsium ada, tapi sedikit. dan itu tidak berbahaya. perhatikan kata-kata saya. ITU TIDAK BERBAHAYA!

nah itu maksud gue EBnya SERIUS. haha. bingung deh.

sekarang Kakak udah punya istri dan anak. nama istrinya Sri Yanti. gue manggilya Teh Ncie. dan nama anaknya Annisa Rahmatul Fadilla.

gue sayang Kakak walaupun dia sering banget ngerokok depan gue yang jelas-jelas ga tahan asep rokok. hehe. love you Kak =)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s